Sindikat Kawin Kontrak

Korban Kawin Kontrak Negeri Tiongkok Asal Singkawang, Cerita Kejadian yang Dialaminya

Korban Kawin kontrak Tiongkok, IN (20) yang merupakan warga Kota Singkawang menceritakan kejadian yang dialaminya selama di Tiongkok

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Korban Kawin kontrak Tiongkok, IN (20) mengenakan hijab biru didampingi Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi, Silvia dan Ibunya berinisial M, ceritanya disampaikan dalam konferensi pers di Polres Singkawang, Jalan Firdaus 2, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (25/6/2019). 

"Jadi kita berdua itu sama teman saya dipukul rame-rame," ceritanya.

Keinginan untuk melarikan sering terlintas, namun tak bisa dilakukan. IN bersama NP selalu berusaha untuk mencari kontak Polres Singkawang maupun Polres lainnya.

Pencarian dilakukan mereka berdua melalui media sosial Facebook. Hingga akhirnya mereka bertemu dengan Humas Polres Singkawang, Bripka Ivan.

Komunikasi kemudian berlanjut via whatsApp. IN dan NP melakukan komunikasi yang intens selama hampir satu bulan agar bisa kembali ke tanah air secara diam-diam tanpa diketahui suami maupun keluarga suaminya.

Senin (24/6/2019) sekitar pukul 22.30 wib IN tiba di Kota Singkawang setelah menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan dari Tiongkok.

Sementara NP warga Kabupaten Landak masih berada di KBRI Beijing, Tiongkokkarena ada pemenuhan administrasi dan pasport.

Proses pemenuhan administrasi dari Beijing Tiongkok ke Indonesia warga Kabupaten Landak, NP memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

IN merasa senang telah tiba di kampung halamannya. Ucapan syukur dan terima kasih ia haturkan kepada Polres Singkawang, Silvia dan semua pihak yang membantu kepulangannya ke tanah air.

Tanpa bantuan mereka dirinya sudah tentu tak bisa pulang ke tanah air. Bahkan mungkin selama di sana IN akan kerap mengalami penyiksaan.

IN berpesan kepada masyarakat agar jangan mudah percaya dengan iming-imingan. Peristiwa yang Ia alami harus menjadi pelajaran bagi masyarakat.

"Jangan gampang percaya, udah ada contohnya dan udah ada bukti jika kalau misalnya kalian nekat mau pergi ke sana kalian buktikan sendiri saja otomatis kalian dipaksa kerja gak bisa pulang, disiksa," pesan IN.

Baca: Tingkatkan Pengetahuan Anggotanya, DWP Gelar Sosialisasi Terkait 3 Kegiatan Utama

Baca: Lama Tak Terlihat, Pinkan Mambo Sudah 4 Kali Menikah Hingga Diusir Ibunya Gara-gara Pindah Agama

Baca: LIVE Catatan Demokrasi Kita TVOne, Vonis MK: Menunggu Keadilan! Ada Fadli Zon & Fahri Hamzah

Kabur Menggunakan Taksi

Dalam pelariannya, IN dan NP kabur menggunakan taksi. Mereka pergi menuju kantor imigrasi setempat untuk mengambil pasport NP.

Perjalanan menuju kantor imigrasi dilakukan sekitar pukul 07.30 wib waktu Indonesia. Dibantu oleh warga Kota Singkawang, Silvia yang fasih berbahasa mandarin melalui via telepon.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved