Sindikat Kawin Kontrak

Korban Kawin Kontrak Negeri Tiongkok Asal Singkawang, Cerita Kejadian yang Dialaminya

Korban Kawin kontrak Tiongkok, IN (20) yang merupakan warga Kota Singkawang menceritakan kejadian yang dialaminya selama di Tiongkok

Korban Kawin Kontrak Negeri Tiongkok Asal Singkawang, Cerita Kejadian yang Dialaminya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Korban Kawin kontrak Tiongkok, IN (20) mengenakan hijab biru didampingi Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi, Silvia dan Ibunya berinisial M, ceritanya disampaikan dalam konferensi pers di Polres Singkawang, Jalan Firdaus 2, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (25/6/2019). 

Korban Kawin Kontrak Negeri Tiongkok Asal Singkawang, Cerita Kejadian yang Dialaminya

SINGKAWANG - Korban Kawin kontrak Tiongkok, IN (20) yang merupakan warga Kota Singkawang menceritakan kejadian yang dialaminya selama di Tiongkok.

Didampingi Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi, Silvia dan Ibunya berinisial M, ceritanya disampaikan dalam konferensi pers di Polres Singkawang, Jalan Firdaus 2, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (25/6/2019).

Berawal dari iming-imingan akan mengubah hid

up menjadi lebih enak dan nyaman ketika menikah dengan orang Tiongkok dan tinggal di sana.

Sejumlah uang senilai Rp 20 juta pun diberikan sang agen sebagai mahar dan untuk meyakinkan IN dan keluarganya agar mau melakukan pernikahan dan tinggal di Tiongkok.

Prosesi pernikahan antara IN dan warga Tiongkok pun dilakukan di Kota Singkawang dengan cara menikah sirih disaksikan keluarga IN.

Baca: Prediksi PSM Makassar Vs Becamex Binh Duong Semifinal Piala AFC 2019 Live Fox Sports 2 Jam 15.30 WIB

Baca: Gelar Halal Bihalal, REI Kalbar Launching Kegiatan REI Expo 2019

Baca: FOTO: Sultan Pontianak Syarif Mahmud Melvin AlKadrie Gelar Halal Bihalal Bersama Forkopimda

Tak hanya itu, IN dan keluarga diimingi dan dijanjikan bahwa segala kebutuhan mereka akan dipenuhi. Termasuk persoalan keuangan mereka.

Agen yang merupakan warga Kota Singkawang pada 2018 lalu juga menjanjikan IN bisa pulang ke Indonesia setelah berada dua bulan di Tiongkok.

Namun hingga lebih dari dua bulan di sana, Ia tidak bisa kembali ke Indonesia. Bahkan ia mengalami penyiksaan dan dipaksa untuk bekerja menjahit baju serta sarung tangan setiap harinya.

"Semua gak sesuai harapan," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved