Dissos Pontianak Berikan Bantuan Stimulan 90 Keluarga Miskin di Kota Pontianak

Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Sosial Kota Pontianak memberikan bantuan berupa peralatan usaha terhadap kelompok penerima

Dissos Pontianak Berikan Bantuan Stimulan 90 Keluarga Miskin di Kota Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kota Pontianak, Aswin Djafar. 

Dissos Pontianak Berikan Bantuan Stimulan 90 Keluarga Miskin di Kota Pontianak

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Sosial Kota Pontianak memberikan bantuan berupa peralatan usaha terhadap kelompok penerima manfaat usaha ekonomi produktif bagi keluarga yang tidak mampu di Kota Pontianak.

Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak Aswin Djafar menuturkan sebanyak 30 warga menerima bantuan stimulan untuk pengembangan usaha. Pada tahap pertama diberikan kepada warga tidak mampu di dua kecamatan yakni 6 warga di Pontianak Kota dan 24 di Pontianak Barat.

"Bantuan ini diberikan secara bertahap. Secara total tahun ini ada 90 penerima bantuan. Pada semester pertama diberikan kepada 30 warga. Kemudian pada semester kedua bantuan diberikan kepada 60 warga, di Pontianak Selatan, Tenggara, Timur dan Utara," ujarnya

sesaat setelah penyerahan barang bantuan usaha kepada penerima manfaat di Gedung Bappeda Kota Pontianak, Selasa (25/6/2019)

Baca: Bupati Sanggau Bersama Kepala OPD Sanggau Laksanakan Tes Urine

Baca: Ketua PHRI Kalbar Berharap, PCPI Dapat Selalu Melakukan Inovasi Baru

Baca: PCPI Gelar Monthly Gathering dan Halal Bihalal

Ia menerangkan jumlah penerima manfaat tahun ini bertambah tiga kali lipat dibandingkan jumlah penerima manfaat tahun lalu yang hanya berjumlah 30 penerima.

"Untuk tahun ini jumlah penerima manfaat sebanyak 90 rumah tangga miskin yang kita berikan bantuan stimulan,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan itu pun sesuai dengan kebutuhan. Seperti mixer diberikan kepada warga yang membuka usaha kue. Lalu laptop untuk warga yang membuka usaha jahitan.

Laptop itu digunakan untuk menggambar pola jahitan. Ada juga mesin pompa yang dibutuhkan untuk membuat usaha pencucian kendaraan bermotor.

“Jadi sesuai kebutuhan dan keperluan mereka, tetapi maksimal barang yang diberikan itu senilai Rp5 juta,” ujarnya

Aswin menjelaskan selain diberikan bantuan berupa peralatan penunjang usaha para keluarga penerima manfaat juga diberikan pembinaan dalam mengelola usahanya. Ia memastikan pembinaan akan tetapi intens dilakukan agar kegiatan usaha yang dilakukan para penerima manfaat tetap berjalan dan produktif.

“Tetap dikawal dan dilakukan evaluasi terkait dengan pengembangan usahanya,” ujarnya.

Aswin berharap dengan adanya bantuan itu, ketergantuan sebagai warga tidak mampu bisa terlepas. Usaha yang dikelola bisa berkembangan sehingga memberikan kesejahteraan bagi warga penerima manfaat.

“Paling tidak mereka bisa merintis menjadi usaha mikro dan tentu bisa mendapat dari pemerintah untuk pengembangan usaha,” ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved