Bupati Sanggau: Kerjasama dengan Unitri Malang Sudah Berlangsung Lama

Bupati Sanggau Paolus Hadi menyampaikan bahwa kerjasama atau MoU dengan Universitas Tribuana Tungga Dewi (Unitri) Malang

Bupati Sanggau: Kerjasama dengan Unitri Malang Sudah Berlangsung Lama
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Paolus Hadi 

Bupati Sanggau: Kerjasama dengan Unitri Malang Sudah Berlangsung Lama dan Orang Sanggau Menyenanginya

SANGGAU - Bupati Sanggau Paolus Hadi menyampaikan bahwa kerjasama atau MoU dengan Universitas Tribuana Tungga Dewi (Unitri) Malang sudah berlangsung lama dan orang Sanggau sangat menyenangi Unitri. Bahkan tiap tahun peminatnya semakin banyak.

"Justeru menurut saya anggaran untuk Unitri kita tingkatkan, karena beda ilmunya, kalau disanakan (Unitri) banyak pilihan, sementara disinikan hanya tiga,"katanya, Selasa (25/6/2019).

Karena anggara terbatas, kata PH sapaan akrabnya, kuota orang Sanggau yang mendaftar di Unitri dikurangi sedikit dan dialihkan ke PSDKU Polnep Pontianak di Sanggau.

"Tapi keinginan saya kenapa tidak bisa sama tapi Politeknik juga ditambah,"tegasnya.

Baca: Ketua DPRD: Sebaiknya Fokus Pengembangan PSDKU Polnep Sanggau

Baca: 6 Tren Baru yang Dapat Bahayakan Kesehatan Anda

Baca: Gotong Royong Budaya Indonesia Yang Tercermin Dalam Program JKN-KIS

Suami Arita Apolina itu menjelaskan bahwa Unitri istimewa, karena SPP tidak bayar jika IPKnya minimal dua. "Disana Pemda hanya membiayai pemberangkatan pertama dengan tempat penginapan. Makan minum itu orang tua. SPP Pemda tdak bayar disana. Menurut saya Universitas itu luar biasa,"ujarnya.

PH menegaskan, alasanya mendorong anak-anak Sanggau untuk menempuh pendidikan di Unitri karena sangat terjangkau dan selama ini belum pernah ada keluhan dari para orang tua yang menyekolahkan anaknya disana.

"Dan setiap tahun animonya semakin banyak. Yang mendaftar 200 lebih yang diterima hanya 70. Tapi kalau teman-teman di DPRD mau kompak ayo kita tambah anggarannya sementara yang disini (Polnep) kita tambah,"tegasnya.

PH menambahkan bahwa pelamar di Unitri yang jumlahnya ratusan dan bagi yang tidak diterima nantinya akan diarahkan ke Polnep.
"Kita arahkan ke Polnep. Kan masih ada gelombang ke dua ini,"pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved