Wali Kota Tjhai Chui Mie Beri Pendampingan

Ia yakin dan percaya pada aparat keamanan dan instansi terkait bisa memberikan sanksi berat kepada mereka yang tidak berprikemanusiaan.

Wali Kota Tjhai Chui Mie Beri Pendampingan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat terhadap Laporan Keuangan Pemkot Singkawang Tahun Anggaran 2018 untuk yang kedua kali, Selasa (28/5/2019) 

Wali Kota Tjhai Chui Mie Beri Pendampingan

SINGKAWANG - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, merasa prihatin atas peristiwa yang menimpa warganya berinisial MO di Tiongkok. Ia mengatakan tak mau masyarakat Singkawang kembali menjadi korban, karena masa depan anak-anak sangat penting bagi mereka ke depan. "Kita sangat prihatin," katanya, Minggu (23/6).

Chui Mie sangat berharap anak-anak Simgkawang memiliki keahlian. Dengan begitu mereka bisa bekerja di Indonesia dan menghasilkan uang, tanpa harus ke luar negeri.

Paling penting adalah keterampilan untuk perempuan di Kota Singkawang. Anak-anak jangan mudah termakan iming-imingan orang lain.

“Anak-anak jangan mudah diiming-imingi oleh apa pun yang membuat bisa dibawa ke luar negeri. Apalagi bagi mereka yang kurang memahami. Yang paling bagus adalah di negara sendiri. Apabila sudah di luar sana, apalagi tidak ada saudara dan kenalan akan sangat kasihan. Kalau dia memiliki keahlian, mau kemana pun tidak akan disiksa orang," tuturnya.

Baca: Hari Pertama Pendaftaran Siswa Baru. Peminat MIN 1 Pontianak Timur Membludak

Baca: Jelang Hasil Putusan Sengketa Pilpres, Ketua MABM Kalbar Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan

Mantan Ketua DPRD Kota Singkawang ini meminta bagi mereka yang membawa dengan niat jahat harus disanksi berat.

Mereka seharusnya sadar bahwa anak-anak itu harus dilindungi. Dikatakan, jika ingin membawa, harus dengan niat yang baik. Harus tahu dengan jelas bahwa yang di luar sana memang yang terbaik untuk anak. Bukan yang menjerumuskan anak-anak.

Ia yakin dan percaya pada aparat keamanan dan instansi terkait bisa memberikan sanksi berat kepada mereka yang tidak berprikemanusiaan. "Kita siap memberikan pendampingan apabila ada korban asal Kota Singkawang," ungkapnya.

Chui Mie menegaskan akan segera mengerahkan camat dan lurah se-Kota Singkawang untuk memberikan sosialisasi bahayanya membawa anak ke luar negeri. Sasarannya terutama kepada orangtua yang mempunyai anak perempuan, agar jangan mudah percaya dari mereka yang menawarkan dalam bentuk apapun.

“Kecuali orang yang membawa adalah orang yang dienal dan jelas apa yang akan diperkerjakan. Namun bila tidak jelas jangan mau karena taruhannya adalah masa depan anak. Pemerintah akan meningkatkan upaya-upaya hingga ke daerah pinggiran. Sehingga mereka mengetahui informasi-informasi yang bisa merugikan mereka,” ujar Chui Mie.

Wali kota juga akan mengajak komunitas-komunitas Tionghoa yang ada di Kota Singkawang untuk menyosialisasikan informasi tersebut. "Sehingga Singkawang ke depan zero human trafficking," tegasnya. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved