Perempuan Singkawang Kerja Tanpa Upah, 29 Perempuan Korban Pengantin Pesanan

Kisah pahit MO bermula dikenalkan oleh rekannya kepada dua lelaki asal Tiongkok di Singkawang, Kalimantan Barat.

Perempuan Singkawang Kerja Tanpa Upah, 29 Perempuan Korban Pengantin Pesanan
ILUSTRASI
Kawin Kontrak 

Perempuan Singkawang Kerja Tanpa Upah, 29 Perempuan Korban Pengantin Pesanan

JAKARTA  - MO, salah satu korban pengantin pesanan Tiongkok mengaku tidak pernah diberikan makan selama hidup di Negeri Tirai Bambu. Selama di Tiongkok, MO juga ternyata dipaksa untuk bekerja tanpa kenal henti.

"Saya dipaksa kerja cepat, enggak dikasih makan dua sampai tiga hari. Terus semua uang dipegang sama mertua saya," ujarnya saat konferensi pers di kantor LBH, Jakarta, Minggu (23/6).

MO, adalah satu di antara pengantin pesanan yang berhasil melarikan diri dari Tiongkok. MO sempat menjalin ikatan pernikahan dengan warga negara Tiongkok selama 9 bulan dan kerap menjadi korban penganiayaan. "Katanya suami (saya) kuli bangunan. Kalau 'mak comblang' enggak ngasih tahu," ujar MO.

Kisah pahit MO bermula dikenalkan oleh rekannya kepada dua lelaki asal Tiongkok di Singkawang, Kalimantan Barat. Saat dikenalkan kepada dua lelaki pertama, ia menolak karena mengaku tidak cocok.

Selang 2 hari kemudian, ia dikenalkan kepada dua lelaki berikutnya, dan MO pun memilih salah satu lelaki untuk menjadi suaminya.

Sang 'Mak Comblang' yang menemui MO pun mengatakan bahwa apabila ia sudah menikah dengan pria asal Tiongkok kehidupannya bakal berubah. MO juga diberikan uang Rp 19 juta.

Sebelum berangkat ke Tiongkok, MO mengadakan semacam upacara pernikahan dalam bentuk tukar cincin. Namun, kenyataan berbeda setiba di Tiongkok, MO tidak langsung dibawa ke rumah suaminya.

Ia harus menunggu di sebuah apartemen, lalu bertemu dengan tiga orang perempuan asal Indonesia yang bermasalah dengan perizinannya. MO pun dibawa ke kota suaminya, tapi ia mengaku tidak mengetahui nama kota tersebut.

Baca: Halal Bihalal dan Tabligh Akbar Mustahil Miskin

Baca: Pangdam XII Tanjungpura dan Forkopimda Buka Acara Pesta Rakyat HUT ke-73 Bhayangkara

"Saya satu malam di situ, sehabis itu saya dijemput suami, dan mertua, dibawa ke rumah mertua. Sesampai di rumah, komunikasi dengan mereka, saya lagi datang haid, gak mau melayani suami, saya dianiaya mertua saya," ujar MO.

Halaman
123
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved