Kalbar 24 Jam

Kalbar 24 Jam - Aksi Driver Ojol Ringkus Jambret, Perahu Tenggelam Sungai Landak, hingga Vandalisme

Tampak seorang pria berjaket khas driver ojol itu sedang memegang kedua tangan pria yang terbaring di aspal.

Kalbar 24 Jam - Aksi Driver Ojol Ringkus Jambret, Perahu Tenggelam Sungai Landak, hingga Vandalisme
Kolase/Tribunpontianak.co.id
Kalbar 24 Jam - Aksi Driver Ojol Ringkus Jambret, Perahu Tenggelam Sungai Landak, hingga Vandalisme 

Juraida (38) ibu dari tiga anak sekaligus istri dari anggota TNI Eko Kusdianto (Korban), mengungkapkan kronologi terjadinya musibah yang begitu besar didalam hidupnya.

Awalnya, satu keluarga ini setiap tahunnya selalu berkunjung ke Pontianak, karena di kota ini adalah pusat terbesar keluarganya, Eko Kusdianto seorang TNI yang bertugas di Kodim 1203 Ketapang, sedangkan Juraidah adalah Guru yang mengajar di MTS 01 Ketapang.

Dalam waktu bersamaan kedua pasangan ini berniat untuk berkunjung di tempat keluarganya di Kota Pontianak dan di Yogyakarta.

Karena suami mendapatkan cuti tahunan dan istri masih dalam libur panjang, maka mereka berdua memanfaatkan momen libur tersebut berkunjung di tempat keluarga.

Baca: Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Landak Ambawang Dilanjutkan Pagi Ini

Baca: Anggota TNI Korban Perahu Penyeberangan Tenggelam Belum Ditemukan, Danramil 1207 -06 Beri Keterangan

Pada Jum'at (21/6/2019) mereka pun tiba di Rasau jaya Kabupaten Kubu Raya menggunakan transportasi laut, sepasang kekasih ini pun juga membawa ketiga anaknya untuk berkunjung bersama sama menikmati suasa libur panjang bertemu saudara, bibi, dan neneknya. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>

3. Prihatin Pada Korban Pengantin Pesanan Tiongkok, Wali Kota Singkawang akan Lakukan Upaya Ini

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila di halaman kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Sabtu (1/6/2019)
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

Sebanyak 29 perempuan  asal Indonesia menjadi korban pengantin pesanan Tiongkok. 16 orang di antaranya dari Jawa Barat, sementara 13 orang lainnya berasal dari Kalimantan Barat.

MO, salah satu korban pengantin pesanan Tiongkok mengaku tidak pernah diberikan makan selama hidup di Negeri Tirai Bambu.

Selama di Tiongkok, MO juga ternyata dipaksa untuk bekerja tanpa kenal henti.

Baca: Harapan Anggota DPRD Singkawang Pada Calon Direktur RSUD dr Abdul Aziz

Baca: 3 Mobil Jadi Korban Vandalisme di Singkawang, Pelaku Diburu Polisi

MO, adalah salah satu pengantin pesanan yang berhasil melarikan diri dari Tiongkok.

Halaman
123
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved