Peserta Pemilihan Duta Genre Dapat Pengalaman Berarti Setelah Kunjungi Panti Jompo

Mereka banyak mendapatkan penyuluhan dan berbagai program dari pemerintah dan instansi selama adanya Kampung KB

Peserta Pemilihan Duta Genre Dapat Pengalaman Berarti Setelah Kunjungi Panti Jompo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Satu diantara peserta pemilihan Duta Genre Kalbar 2019 berinteraksi dengan anak-anak di Kampung Sawah, Kelurahan Mariana, Minggu (23/6/2019). 

Peserta Pemilihan Duta Genre Dapat Pengalaman Berarti Setelah Kunjungi Panti Jompo

PONTIANAK - Guna menanamkan nilai-nilai dan fungsi keluarga pada peserta pemilihan Duta Genre 2019 yang dilakukan BKKBN Kalbar, peserta diajak mengunjungi beberapa lokasi guna memperkenalkan mereka pada kehidupan yang sesungguhnya.

Sebab mereka diharapkan menjadi pioner atau agen perubahan ditengah-tengah masyarakat khususnya dengan teman sebaya.

Para peserta sengaja diajak ke panti jompo dan Kampung Keluarga Berencana guna melihat langsung kehidupan yang ada.

Satu dinatara peserta Rara (17) yang merupakan peserta perwakilan dari Kabupaten Sambas meceritakan setelah meninjau panti jompo melihat secara langsung dan mendapatkan cerita dari para penghuninya membuat ia sangat miris.

Baca: Polisi, TNI dan Masyarakat Timbun Poros Jalan Perbatasan

Baca: VIDEO: Pemkot Pontianak Siap Jalin Kerjasama dengan Filipina Terhadap Produk Lidah Buaya

"Kebanyakan mereka yang tinggal di panti jompo itu mempunyai keluarga dan anak yang sukses. Namun masih saja orangtuanya dititipkan di panti jompo, tadi ada yang bercerita sampai nangis pada kami," ucap Rara saat diwawancarai setelah melakukan kunjungan di panti jompo dan Kampung KB, Minggu (23/6/2019).

Rara mengesahkan beberapa penghuni panti jompo menceritakan pada ia rekannya, kalau dia sakit dan keluarganya langsung menitipkannya pada panti jompo.

"Ini menjadi pembelajaran buat kami dan anak-anak lainnya kalau sudah dewasa dan sukses maka rawatlah orangtua kita jangan terlantarkan dan mengabdikan pada orangtua kita," ucapnya.

Sementara pengalaman yang didapatkan di Kampung Sawah, sebagai Kampung KB, sangat bagus, begitu masuk kerumah warga mereka menyampaikan banyak perkembangan setelah adanya kampung KB.

Para peserta juga dibagi dua-dua orang dan mereka diarahkan untuk langsung berinteraksi dengan keluarga yang ada, mereka diminta menggali informasi mengenai keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

Sementara peserta lainnya, Faisal (16) asal Kabupaten Ketapang menerangkan pertama saat mengunjungi panti jompo memang menurutnya setiap orangtua yang masuk disana ada alasan tersendiri.

Namun kebanyakan keluarga mereka tidak punya waktu untuk mengurus. Sehingga para orangtya yang sudah lanjut usia dititipkan pada panti jompo.

Baca: Temukan Penyelewengan Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg, Lapor Call Center Pertamina

"Memang berdasarkan cerita para penghuni yang kami temui, mereka ditempatkan oleh keluarganya disana karena tidak ada waktu mengurus dan itu tak jarang membuat mereka sedih. Seakan tidak diperdulikan lagi oleh keluarganya," ucap Faisal.

Kemudian di Kampung KB, setelah bertemu masyarakat, ia menjelaskan berdasarkan pengakuan warga sudah ada perubahan.

"Mereka banyak mendapatkan penyuluhan dan berbagai program dari pemerintah dan instansi selama adanya Kampung KB," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved