Gubernur Kalimantan Barat Hadiri Silaturrahim Muhammadiyah 1440 H

Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Sutarmidji, dengan Penceramah dari pengurus Pusat Lazismu, Hilman Latief

Gubernur Kalimantan Barat Hadiri Silaturrahim Muhammadiyah 1440 H
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Sutarmidji, dengan Penceramah dari pengurus Pusat Lazismu, Hilman Latief 

Gubernur Kalimantan Barat Hadiri Silaturrahim Muhammadiyah 1440 H

PONTIANAK - Panitia syiar Ramadan Provinsi Kalimantan Barat mennyelenggarakan acara penutupan Syiar Ramdhan.

Kegiatan tersebut di selenggarakan di Aula Kibagoes Hadi Kusumo lantai 7 Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak Sabtu, (22/6/2019).

Aacara dihadiri oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Sutarmidji, dengan Penceramah dari pengurus Pusat Lazismu, Hilman Latief.

Sebelum kegiatan penutupan ini panitia syiar Ramadhan telah menyelenggarakan berbagai kegiatan selama bulan Ramdhan Kemarin yaitu Tarhib Ramadhan, Dialog Ramdhan dan kegiatan-kegiatan Sosial lainnya.

Baca: Song Ga In Miss Trot Beri Kejutan, BTS & BLACKPINK Kokoh Puncaki Deretan Penyanyi Populer Juni Ini

Baca: Song Ga In Miss Trot Beri Kejutan, BTS & BLACKPINK Kokoh Puncaki Deretan Penyanyi Populer Juni Ini

Baca: TERPOPULER - Klasemen Liga 1, Hasil Liga 2, hingga Luna Maya Curhat Pada Ayu Dewi

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh seluruh Pimpiman Amal Usaha Muhammadiyah, Ortom dan warga muhammadiyah serta simpatisan Muhammadiyah yang berjumlah lebih dari 500 orang.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengatakan bahwa organisasi Muhammadiyah sudah banyak membantu pemerintah baik di tingkat nasional maupun daerah, baik di bidang pendidikan dan kesehatan untuk itu atas nama penerintah mengucapkan trimakasih kepada Muhammadiyah yang telah turut berperan membantu pemerintah dalam bidang pendidikan dan kesehatan di masyarakat.

Selain itu, Sutarmidji juga mengutarakan bahwa untuk saat ini Provinsi Kalbar yang memiliki 2031 desa dan diklasifikasikan menjadi lima yaitu desa mandiri, desa maju, desa berkembang, desa tertinggal dan desa sangat tertinggal.

"Sekarang ini di provinsi Kalbar baru satu desa yang masuk kategori desa mandiri, desa majunya berjumlah 53 desa, desa berkembang 372 desa dan desa tertinggal serta sangat tertinggal sekitar 900 desa," ujarnya.

Pemerintah berharap organisasi Muhammadiyah bisa bersama-sama dengan pemerintah beserta organisasi lainnya, membangun serta mewujudkan desa mandiri yang ada di Kalbar.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved