Pilpres 2019

Ketua MK Anwar Usman Kutip Kisah Calon Hakim Diracun saat Tutup Sidang Sengketa Pilpres 2019

Ketua MK Anwar Usman Ungkap Kisah Calon Hakim Diracun saat Tutup Sidang Sengketa Pilpres 2019

Ketua MK Anwar Usman Kutip Kisah Calon Hakim Diracun saat Tutup Sidang Sengketa Pilpres 2019
Youtube Berita Satu
Ketua MK Anwar Usman Kutip Kisah Calon Hakim Diracun saat Tutup Sidang Sengketa Pilpres 2019 

Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman berterima kasih kepada semua pihak yang sudah menjadi bagian dari Sidang Sengketa Pilpres 2019 di MK.

Menurut Anwar Usman, pada sidang yang ditonton seluruh rakyat Indonesia.

"Terima kasih suasana persidangan yang luar biasa. Ini ditonton seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana kekeluargaan terbentuk di sini," kata Anwar Usman mengawali pernyataannya. 

Pada kesempatan itu, hakim asal NTB ini mengatakan, apa yang terjadi selama sidang di MK adalah dalam rangka mencari kebenaran dan keadilan.

"Insya Allah selesai sidang ini apa yang terjadi dalam ruangan ini akan kami bahas, karena waktu tadi sudah disampaikan juga sidang ini memang peradilan cepat sehingga kami habis selesai ditutup langsung RPH," katanya.

Anwar menyakan para hakim akan kan berdebat dari apa yang sudah disuguhkan di pengadilan.

"Memang sangat berat. Mungkin itulah sebabnya Imam Abu Hanifah (menolak jabatan hakim)," katanya.

Hakim kelahiran Bima, 31 Desember 1956 ini kemudian menceritakan sosok Imam Abu Hanifah yang lahir di Kuffah tahun 80 hijriyah.

"Empat atau lima kali keluar masuk penjara dihukum karena tidak mau menerima jabatan hakim. Saking beratnya tanggung jawab hakim, sampai beliau dikasi minum racun pada usia 37 tahun, kemudian kembali ke penjara dan meninggal," ungkap Anwar. 

Baca: Di Sidang MK, Saksi Ahli Jokowi - Maruf Amin Eddy OS Hieariej Singgung Mahkamah Kliping & Soal SBY

Baca: Sidang MK Jumat (21/6/2019), Tim Hukum Jokowi - Maruf Amin : Saksi Tidak Akan 15 orang, Mubazir

"Dan Insya Allah bahwa apa-apa yang disampaikan pemohon, termohon, pihak terkait dan bawaslu akan menjadi dasar bagi kami untuk mencari kebenaran, berijtihad untuk mencari kebenaran dan keadilan," tegasnya. 

Halaman
1234
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved