VIDEO: Inilah Alasan Pelaku Pembunuhan di Kamp PT SNIP Habisi Nyawa Purwanto

Diakui pelaku bahwa dirinya berasal dari Mentawai, Sumatera Barat dan sudah tinggal di Kabupaten Sintang baru tiga minggu.

Inilah Alasan Pelaku Pembunuhan di Kamp PT SNIP Tega Habisi Nyawa Purwanto

SINTANG- Pelaku pembunuhan sadis di Kamp PT SNIP Sintang, De Famber Holivil Situmorang (22) akhirnya berhasil ditangkap Personel Polsek Simpang Dua, Polres Ketapang di salah satu warung di Kecamatan Simpang Dua, Kamis (20/6/2019) pagi.

De Famber sebelumnya menjadi DPO Kasus Pembunuhan karena diduga pelaku yang menghilangkan nyawa Purwanto (34) yaitu satu di antara buruh panen sawit PT SNIP Desa Sungai Risap Mensiku Bersatu, Binjai Hulu.

Pelarian pelaku harus berakhir setelah berhasil diamankan oleh Personel Polsek Simpang Dua yang sedang patroli dalam rangka Operasi Pekat 2019. Dirinya kemudian ditangkap dan diintrogasi awal atas dugaan kasus pembunuhan tersebut.

Baca: Saksi 02 Tunding Surat Suara Dicoblos, Bawaslu Kalbar Janji Investigasi

Baca: Lulusan Jurusan Sistem Informasi Universitas BSI Pontianak Siap Jadi Programmer dan Junior Analis

Dari video yang diperoleh Tribun Pontianak, tampak saat pelaku diintrogasi oleh Kapolsek Simpang Dua Iptu Joni di sebuah warung. Dalam video berdurasi 05.25 detik tersebut tampak pelaku mendapatkan beberapa kali pertanyaan.

Diakui pelaku bahwa dirinya berasal dari Mentawai, Sumatera Barat dan sudah tinggal di Kabupaten Sintang baru tiga minggu. Sebelumnya pelaku juga sempat menetap di Pontianak selama satu tahun untuk bekerja.

Saat ditanya mengenai dugaan kasus pembunuhan terhadap dirinya. Pelaku mengakui benar telah melakukan pembunuhan. Saat membunuh korban, pelaku sudah merencanakan dan membawa sebilah parang dari rumah.

Terkait alasan membunuh sendiri, pelaku mengaku awalnya hanya karena masalah air yang dipakai terus oleh korban. Sebab di Kamp PT SNIP tempat kejadian, pelaku merupakan tetangga satu kamp bersama korban.

Baca: VIDEO: Keluarga Korban Pembunuhan Minta Netizen Tak Berkomentar di Media Sosial

Dirinya mengaku kesal terhadap korban dan bertujuan membunuh korban. Saat pelaku masuk ke rumah korban, saat itu korban sedang main handphone dan ketakutan saat pelaku masuk dengan membawa sebilah parang.

Pelaku kemudian langsung melayangkan parang tersebut ke arah korban ke arah tangan dan leher. Tidak puas sampai di situ, pelaku kemudian kembali melayangkan parang tersebut ke arah kepala korban sebanyak tiga kali.

Setelah korban jatuh meninggal berlumuran darah. Pelaku kemudian kabur dengan menggunakan motor korban. Barang bukti berupa parang yang digunakan kemudian diakui pelaku langsung dibuangnya ke parit.

Saat pelarian, pelaku sempat dirazia oleh pihak kepolisian dari Polres Sekadau di Sekadau dan akhirnya motor tersebut ditinggal. Namun pelaku melanjutkan pelarian dari Sekadau dengan menggunakan Bus ke arah Kalimantan Tengah.

Namun saat tiba di Kecamatan Simpang Dua, pelaku meminta berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan hingga ke Kalimantan Tengah. Pelaku kemudian mendatangi rumah temannya dan sempat menginap selama semalam.

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved