Rilis Badan Pusat Statistik Terkait Hasil Perkembangan Nilai Impor Kalbar

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil perkembangan nilai impor di Kalimantan Barat Januari - April 2019. Jum'at (21/6/2019).

Rilis Badan Pusat Statistik Terkait Hasil Perkembangan Nilai Impor Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tabel data Perkembangan nilai eksport Kalbar 

Rilis Badan Pusat Statistik Terkait Hasil Perkembangan Nilai Impor Kalbar

PONTIANAK - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil perkembangan nilai impor di  Kalimantan Barat Januari - April 2019. Jum'at (21/6/2019).

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Pitono menyebutkan nilai impor Kalimantan Barat Januari - April 2019 mengalami kenaikan.

"Pada  April 2019 impor di Kalbar naik 51,81 persen dibanding Maret 2019 yaitu dari US$29,30 juta naik menjadi US$44,48 juta. Jika dibandingkan periode Januari-April 2019 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya, turun 6,04 persen," katanya.

Kemudian ia juga menambahkan menurut impor negara asal barang ada sembilan negara yang menjadi dominasi pusat impor  terbesar di Kalbar.

"Tiongkok, Malaysia, dan Singapura merupakan tiga negara pemasok terbesar Impor Kalimantan Barat pada April 2019 yaitu masing-masing 46,76 persen, 28,91 persen, dan 19,02 persen, dengan kontribusi US$42,12 Juta atau 94,69 persen dari keseluruhan nilai impor," ujarnya.

Baca: Bank Sampah Jadi Konsep Menabung Warga Yang Berbeda Bentuk

Baca: LIVE Stream Badak Lampung Vs Semen Padang, Skor Babak Pertama Sama Kuat 1-1

Baca: Jambore Sekami Se-Keuskupan Sintang Tahun 2019 Resmi Dimulai

Lanjutnya untuk Kalimantan Barat. Selain ketiga negara di atas, negara Asia lainnya pemasok impor berasal dari India, Jepang, dan Korea Selatan dengan total impor US$1,57 juta atau 3,53 persen.

Sebagian besar impor Kalimantan Barat berasal dari Asia yaitu US$43,81 juta atau 98,49 persen sedangkan kontribusi nilai impor berasal dari Negara Utama Lainnya (Amerika Serikat dan Italia) US$0,47 juta atau sekitar 1,06 persen serta 0,45 persen berasal dari negara lainnya.

Sementara itu Pitono juga menambahkan, untuk impor Menurut Golongan barang terdapat 10 jenis barang.

"Bahan Bakar Mineral (HS27), Mesin-mesin Pesawat Mekanik (HS84) serta Benda-benda dari Besi dan Baja (HS73), merupakan penyumbang impor terbesar Kalimantan Barat pada April 2019. Ketiga golongan barang tersebut menyumbang masing-masing 43,39 persen, 27,18 persen, dan 10,00 persen dengan kontribusi 80,57 persen," ungkap Pitono

Lanjutnya tiga golongan barang lainnya penyumbang impor Kalimantan Barat adalah Benda-Benda dari Batu, Gips, dan Semen (HS68), Plastik dan Barang dari Plastik (HS39), dan Biji-bijian berminyak (HS12), masing-masing menyumbang 4,68 persen, 2,56 persen, dan 2,02 persen.

Total nilai impor ketiganya menyumbang 9,26 persen atau US$4,12 juta. Dilihat dari peranan terhadap total impor Kalimantan Barat pada April 2019, sepuluh golongan barang (HS 2 dijit) memberikan kontribusi 94,63 persen terhadap total nilai impor Kalimantan Barat.

"Dari sisi pertumbuhannya, impor sepuluh golongan barang tersebut naik 57,17 persen terhadap Maret 2019 yaitu dari US$26,78 juta menjadi US$42,09 juta," pungkasnya kepada Tribunpontianak.co.id

Adapun keterangan tabel terkait Data

hasil perkembangan nilai impor Kalimantan Barat Januari-April 2019. beserta 10 golongan barang  dan sembilan Negara asal barang bisa dilihat lampiran dibawah ini.

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved