Pemerintah Bantah Isu Kenaikan Tarif Listrik

Meskipun tidak pernah naik sejak 2017, pemerintah hingga saat ini belum memiliki rencana menaikkan tarif listrik.

Pemerintah Bantah Isu Kenaikan Tarif Listrik
Tribunnews.com
Ilustrasi Pembangkit Listrik PLN 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah isu kenaikan tarif tenaga listrik (TTL). Isu tersebut viral di media sosial akhir-akhir ini.

Meskipun tidak pernah naik sejak 2017, pemerintah hingga saat ini belum memiliki rencana menaikkan tarif listrik.

“Isu kenaikan tarif tenaga listrik dipastikan tidak benar. Pemerintah hingga saat ini tidak memiliki rencana untuk kenaikan tarif listrik. Bahkan, pelanggan mampu pun tidak pernah naik sejak 2017,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Jumat (21/6/2019).

Baca: 2023 PLN Targetkan 100 Persen Masyarakat Kalbar Sudah Terlistriki

Agung memaparkan, tarif listrik rumah tangga mampu golongan 900 VA bahkan diberikan diskon sebesar Rp 52 per kWh sejak 1 Maret 2019 menjadi Rp 1.352 per kWh. Sementara tarif golongan rumah tangga 1.300 VA ke atas Rp 1.467,28 per kWh.

Adapun tarif listrik untuk golongan pelanggan 450 VA dan 900 VA masih diberikan subsidi masing-masing dengan tarif Rp 415 per kWh dan Rp 605 per kWh, dengan total pelanggan sekitar 29 juta.

Menurut Agung, tarif listrik Indonesia yang mengikuti tariff adjustment masih relatif murah dibandingkan negara-nengara ASEAN lainnya.

“Per Mei 2019 ini TTL kita masih lebih murah dibanding Thailand (Rp 1.656), Filipina (Rp 2.437), dan Singapura (Rp 2.546),” kata dia.

Baca: General Manager PLN UIW Kalbar: Kondisi Kelistrikan Kalbar Saat Ini Telah Surplus

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 41 Tahun 2017 disebutkan, apabila terjadi perubahan terhadap asumsi makroekonomi (kurs, Indonesian Crude Price/ICP, dan inflasi), yang dihitung secara kuartalan, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik (tariff adjustment).

Editor: Haryanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved