Kasus Penipuan CPNS, Tokoh Masyarakat Desak Polres Mempawah Usut Tuntas

Terkuaknya dugaan modus penipuan bagi CPNS 2018 yang diduga dilakukan oleh oknum mantan Kepala Sekolah MTs di Mempawah

Kasus Penipuan CPNS, Tokoh Masyarakat Desak Polres Mempawah Usut Tuntas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Warga Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Riza Safaruzi (31) laporkan oknum guru MTs dan oknum diduga pegawai Poltekkes Kemenkes Pontianak ke Polres Mempawah, Jumat (21/6/2019) 

Kasus Penipuan CPNS, Tokoh Masyarakat Desak Polres Mempawah Usut Tuntas

MEMPAWAH - Terkuaknya dugaan modus penipuan bagi CPNS 2018 yang diduga dilakukan oleh oknum mantan Kepala Sekolah MTs di Mempawah dan PNS diduga pegawai Poltekkes Kemenkes Pontianak telah dilaporkan ke Polres Mempawah, Jumat (21/6/2019)

Menanggapi hal itu, tokoh masyarakat Kabupaten Mempawah, Mohlis Saka mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan penipuan bernilai ratusan juta tersebut.

"Saya berharap ada penyelesaian dan ada tindakan tegas kepada oknum PNS tersebut jika memang terbukti bersalah," ujarnya kepada Tribun, Jumat (21/6) siang.

Mohlis berharap, jangan sampai ada oknum PNS yang memanfaatkan status sosialnya membodohi masyarakat awam yang tidak mengetahui proses penerimaan pegawai negeri.

Baca: Jadi Korban Iming-iming Lolos CPNS, Seorang Warga Antibar Laporkan 2 Oknum PNS ke Polres Mempawah

Baca: Arwana Super Red Kapuas Hulu Terjual dengan Harga Fantastis di China

Baca: Resmi Dirilis! RM dan Suga BTS dengan Lagu All Night, Menampilkan Juice WRLD untuk BTS WORLD

Menurutnya, status sosial seorang PNS yang bercitra terhormat tidak boleh dimanfaatkan untuk tindakan yang merugikan masyarakat, apalagi sampai menipu hingga ratusan juta rupiah.

"PNS itukan digaji oleh rakyat, jangan tidak amanah dengan melakukan tindakan-tindakan tak terpuji seperti itu," ujarnya.

Untuk urusan di kepolisian, Mohlis menyerahkan kepada pihak berwajib untuk menanganinya seperti apa.

"Sepanjang ada itikad baik selama proses itu maka kita serahkan saja kepada yang merasa dirugikan, jika ada unsur pidana kita serahkan kepada yang berwenang," katanya.

Kendati demikian, Mohlis meminta jangan sampai proses hukum yang telah ditempuh jalan ditempat, atau tidak ada tindakan tegas dalam proses hukum itu, akibatnya tidak ada efek jera kepada oknum tersebut.

"Jika kita lihat dari modusnya, tidak menutup kemungkinan ada korban lain, apalagi setahu saya Riza diajak oleh tetangganya yang juga sama-sama menjadi korban," pungkasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved