Temuan Mayat

Kapolres Beberkan Kronologi dan Alasan Kasus Pembunuhan di Camp PT SNIP Sintang

Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi memimpin Giat Press Release terkait kasus pembunuhan terhadap Purwanto (34) yang ditemukan

Kapolres Beberkan Kronologi dan Alasan Kasus Pembunuhan di Camp PT SNIP Sintang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi memimpin Giat Press Release terkait kasus pembunuhan terhadap Purwanto (34) yang ditemukan dalam keadaan tewas mengenaskan bertempat di Loby Mapolres Sintang, Jumat (21/6/2019) siang. 

Akibat kekesalan tersebut, malam hari sebelum kejadian, tersangka sudah merencanakan untuk melakukan pembunuhan. Tersangka menunggu dan akhirnya tahu korban pulang kembali ke kamar kampnya sekitar pukul 23.30 WIB.

Baca: Jambore Sekami Se-Keuskupan Sintang Tahun 2019 Resmi Dimulai

Baca: Direktur RSUD dr Soedarso Nyatakan Perbaikan Layanan Terus Berjalan

Baca: LIVE Badak Lampung Vs Semen Padang, Sepakan Pemain Semen Padang Muhammad Rifki Samakan Kedudukan 1-1

"Sekitar dua jam kemudian, tepatnya hari Selasa (18/6) pukul 02.00 dini hari tersangka menuju ke kamp korban dengan membawa parang. Tersangka masuk lewat pintu belakang kamp korban dan mencari korban," katanya.

Saat masuk ke dalam, tersangka yang melihat korban tertidur sendiri di ruang depan kamp langsung melayangkan parang ke leher korban. Korban seketika memegang bagian leher yang sudah berlumuran darah akibat disabet.

"Ada beberapa bagian yang dibacok oleh tersangka, yaitu leher, dagu, wajah bagian kening, dan kepala bagian belakang bawah dan atas. Total ada lima bacokan yang mengakibatkan korban langsung meninggal dunia," jelasnya.

Setelah puas membunuh korban. Tersangka kemudian kabur menggunakan sepeda motor dan motor milik korban. Sepeda motor, handphone, satu helai selimut milik korban dan parang kini dihadirkan sebagai barang bukti.

"Atas pembunuhan berencana ini tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP atau pasal 338 KUHP atau pasal 365 ayat 1 huruf ketiga tahu HP dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara ataupun seumur hidup," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved