Herzaky M Putra Sebut Demokrat Terbuka di Pilkada 2020

Herzaky M Putra menungkapkan jika pihaknya terbuka dengan semua pihak untuk Pilkada 2020.

Herzaky M Putra Sebut Demokrat Terbuka di Pilkada 2020
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Deputi Kogasma Partai Demokrat, Herzaky M. Putra 

Herzaky M Putra Sebut Demokrat Terbuka di Pilkada 2020

PONTIANAK - Deputi Kogasma Partai Demokrat, Herzaky M Putra menungkapkan jika pihaknya terbuka dengan semua pihak untuk Pilkada 2020.

Walaupun diakuinya, Demokrat secara kepartaian masih dalam suasana berduka, tapi roda partai tetap berjalan, dan termasuk persiapan Pilkada.

"Diberbagai daerah sudah banyak kader-kader maupun simpatisan kami yang ingin maju sebagai calon kepala daerah yang sudah mulai memunculkan diri ke publik bahwa mereka ingin maju, bahkan relawan-relawan telah mengusung sejumlah nama, hanya untuk di Kalbar kami belum melihat adanya pergerakan, padahal seharusnya jika ada kader maupun simpatisan yang ingin maju menggunakan Partai Demokrat satu dianara pengusungnya, alangkah sejak awal sudah mensosialisasikan ke publik," tuturnya, Jumat (21/06/2019).

Baca: TERPOPULER- Pengasuh Habisi Anak 20 Bulan, Bawaslu Kubu Raya Buka Suara, hingga Kevin Aprilio Curhat

Baca: Kalbar 24 Jam - Sembunyikan Sabu, Pelaku Pembunuhan Ditangkap, hingga Sutarmidji Akan Rotasi Pejabat

Baca: RAMALAN ZODIAK Kesehatan Jumat 21 Juni 2019, Buka Pikiranmu Libra, Sagitarius Butuh Keharmonisan

Demokrat, lanjutnya, tentu ada mekanisme, pilkada menjadi ranah DPC, kemudian DPD mengusulkan walaupun keputusan akhir tetap ada di Pusat.

Ia pun mengatakan, rekomendasi dari DPD, dan DPC akan sangat menjadi pertimbangan utama.

"Target khusus kita belum mendetailkan beberapanya, yang pasti kita ingin lebih baik dari sebelumnya, rangkanya belum fiks, belum kita finalkan, Tentu nanti kita akan ada proses dan mekanisme diinternal, penilaian kesiapan dan lainnya," katanya.

Demokrat prinsipnya, kata Herzaku, terbuka untuk siapapun yang punya visi dan misi sama dengan Partai Demokrat.

Asal benar-benar untuk kepentingan bangsa dan negara, lanjutnya, dan tentunya mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, persatuan Indonesia, tidak mengedepankan kepentingan kelompok tertentu.

"Jadi jika visi dan misi sama memungkinan saja, tidak mesti kader, tapi kita akan mengutamakan jika ada kader yang mau maju," tutupnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved