Temuan Mayat

Hanya Karena Masalah Sepele, Tersangka Tega Habisi Nyawa Purwanto Saat Tidur

Tersangka kasus pembunuhan sadis di Kamp PT SNIP Sintang dihadirkan pada kegiatan Press Release kasus tersebut

Hanya Karena Masalah Sepele, Tersangka Tega Habisi Nyawa Purwanto Saat Tidur
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi saat meminta keterangan tersangka kasus pembunuhan yaitu De Famber Holivil Situmorang (22) dalam giat Press Release yang digelar di Loby Mapolres Sintang, Jumat (31/6/2019) siang. 

Hanya Karena Masalah Sepele, Tersangka Tega Habisi Nyawa Purwanto Saat Tidur

SINTANG - Tersangka kasus pembunuhan sadis di Kamp PT SNIP Sintang dihadirkan pada kegiatan Press Release kasus tersebut yang dipimpin oleh Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi bertempat di Loby Mapolres Sintang, Jumat (21/6/2019) siang.

Tersangka De Famber Holivil Situmorang (22) mengaku baru tiga minggu bekerja sebagai buruh panen sawit di PT SNIP Desa Sungai Risap Mensiku Bersatu, Kecamatan Binjai Hulu, Kabupaten Sintang dan tetangga kamp korban.

Sementara itu, korban Purwanto (34) yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah juga bekerja sebagai buruh panen sawit seperti korban. Namun sudah tiga bulan lebih dulu bekerja dan tinggal di kamp tersebut dibanding tersangka.

Merasa lebih dulu bekerja dan tinggal di kamp tersebut, diakui tersangka bahwa korban kerap berlaku sewenang-wenang. Terutama persoalan jatah air mandi dan cuci di kamp yang kerap dipakai oleh korban dan tidak mau berbagi.

Baca: Pop Up Book Shop Hadir di Pontianak, Tawarkan Buku Murah Mulai Dari Rp 5 Ribu

Baca: Bagikan Buku di HUT ke 49, Orang Tua Murid Harap Perum Jamkrindo Selalu Peduli Pendidikan

Baca: VIDEO: Penjelasan Kapolres Terkait Kasus Pembunuhan di Camp PT SNIP Sintang

"Saya kan kerja dan tinggal bertiga di situ, kamp kedua di sebelah kamp dia (korban-red). Dari masalah air itulah, saya tidak terima gimana perbuatan dia, pokoknya kesal kita dibikin dia karena air, dia terus yang pakai," ujar tersangka.

Dari kekesalan tersebut, tersangka kemudian berencana melakukan pembunuhan dan tidak ada alasan-alasan lainnya. Sekitar pukul 02.00 WIB, pada hari Selasa (18/6/2019) tersangka kemudian melakukan perbuatan kejinya.

"Saya masuk lewat dapur, saat itu dia tidur saya bacok pakai parang lehernya lalu ke kepalanya, sampai lima kalilah saya bacok. Habis itu saya kabur bawa motor sama hape dia, parang buat bunuh dia saya buang ke parit," terangnya.

Terkait perbuatan pembunuhan sadis tersebut, tersangka mengaku teman satu kampnya tidak terlibat sama sekali. Saat melakukan pembunuhan tersebut, kedua temannya masih dalam keadaan tertidur pulas di kamp.

Tersangka juga mengungkapkan permintaan maaf terhadap perbuatan pembunuhan kepada korban. Dirinya mengaku memang karena kesal atas sikap korban selama ini sehingga tega melakukan pembunuhan sadis tersebut.

"Kepada pihak keluarga korban. Mungkin memang itu karena kekesalan saya dan saya kesal sama dia. Saya minta maaf. Saya tidak bisa ngomong apa-apa lagi sekarang. Saya pasrah saja, saya minta maaf," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved