Cegah Ilegal Fishing, PSDKP Satuan Pengawasan Wilayah Ketapang dan Kayong Utara Lakukan Patroli

masyarakat nelayan tidak akan dirugikan lagi dalam mencari nafkah diperairan Ketapang dan Kayong Utara.

Cegah Ilegal Fishing, PSDKP Satuan Pengawasan Wilayah Ketapang dan Kayong Utara Lakukan Patroli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Pemeriksaan kapal nelayan yang dilakukan oleh petugas PSDKP Satuan Pengawasan Wilayah Ketapang dan Kayong Utara pada Operasi Patroli rutin. 

Cegah Ilegal Fishing, PSDKP Satuan Pengawasan Wilayah Ketapang dan Kayong Utara Lakukan Patroli

KETAPANG - Kementrian Kelautan Dan Perikanan Direktorat Jendral Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan Wilayah Kayong Utara dan Ketapang Melaksanakan pengawasan pemeriksaan kapal dan daerah operasi penangkapan ikan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengecek beberapa hal seperti, muatan kapal perikanan yang diduga membawa racun kimia, perala penyetrum ikan, bahan atau alat penangkap ikan yang diduga dapat merusak sumber daya ikan dan lingkungannya.

Nakhoda Speed Boat Pengawas Perikanan Napoleon 003, Bonis Andrei Tri Saputra, S.St.Pi yang beroperasi di perairan Kalbar di wilayah Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang menggunakan sarana speed boat pengawasan perikanan Napoleon 003.

Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Wilayah Kayong Utara dan Ketapang, saat ini melakukan patroli rutin sebulan dua kali di perairan laut Ketapang dan Kayong Utara guna meminimalisir ilegal fishing (penangkapan ikan secartidak sah) yang kerap terjadi di perairan laut Kalimantan Barat khsusunya di perairan Ketapang dan Kayong Utara.

Baca: Lulusan Jurusan Sistem Informasi UBSI Pontianak Siap Jadi Programmer dan Junior Analis

Baca: VIDEO: Keluarga Korban Pembunuhan Minta Netizen Tak Berkomentar di Media Sosial

“Pihak PSDKP dan beberapa unsur terkait baik dari penegak hukum dan masyarakat sudah sering melakukan operasi patroli rutin di perairan teresebut sebulan dua kali, hal itu bertujuan untuk mengawasi dan mencegah praktek-praktek ilegal fishing yang selama ini dilakukan Nelayan dari luar Ketapang dan Kayong," ujar Bonis, Kamis (20/06/2019).

Ilegal fishing yang beroperasi di wilayah Kayong Utara maupun Ketapang itu kebanyakan kapal luar yang tidak memiliki izin tangkap, seperti kapal trawl, mengunakan pukat harimau dan pengeboman ikan.

”Mereka tidak jera-jeranya melakukan tindakan ilegal fishing itu, namun setelah kita lakukan patroli laut dengan segenap unsur yang telah kita libatkan, kapal trawl alat tangkapnya kita sita dan dalam pengambilan alat tangkapnya di berikan surat teguran atau peringatan setelah itu kapal kita persilahkan pulang, kalau pun ada mereka terlihat jauh-jauh beroperasi,” ujarnya kembali.

Baca: Kepo dan Protektif, Baikkah Untuk Menjalin Hubungan?

Bonis juga mengatakan, saat ini sudah ada beberapa kapal ikan yang di amankan yang kedapatan melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Kalbar khususnya perairan Kayong utara dan ketapang yang tidak sesuai dengan dokumen wilayah penangkapan ikan, dan beberapa kapal yang sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Ketapang.

Terakhir Bonis berharap, dengan adanya kegiatan Operasi Patroli rutin ini, masyarakat nelayan tidak akan dirugikan lagi dalam mencari nafkah diperairan Ketapang dan Kayong Utara.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved