BPJS Singkawang Catat 127.598 Menunggak, Sambas Tertinggi

Novi Kurniadi, mencatat sebanyak 127.598 jiwa masih melakukan penunggakan pembayaran iuran BPJS golongan mandiri.

BPJS Singkawang Catat 127.598 Menunggak, Sambas Tertinggi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Wawan Gunawan
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singkawang, Novi Kurniadi 

BPJS Singkawang Catat 127.598 Menunggak, Sambas Tertinggi

SINGKAWANG - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singkawang, Novi Kurniadi, mencatat sebanyak 127.598 jiwa masih melakukan penunggakan pembayaran iuran BPJS golongan mandiri.

Angka tunggakan ini meliputi wilayah Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan Bengkayang.

Dari data BPJS Singkawang, per 8 Juni 2019, jumlah tunggakan pembayaran BPJS golongan mandiri, di wilayah kerja BPJS Cabang Singkawang, yakni Kota Singkawang sebanyak 22.930 jiwa, Kabupaten Sambas 78.564 jiwa, dan Kabupaten Bengkayang 26.104 jiwa.

"Sehingga total keseluruhan dari tiga wilayah ini adalah sebanyak 127.598 jiwa," katanya, Jumat (21/6/2019).

Baca: TERPOPULER- Pengasuh Habisi Anak 20 Bulan, Bawaslu Kubu Raya Buka Suara, hingga Kevin Aprilio Curhat

Baca: Kalbar 24 Jam - Sembunyikan Sabu, Pelaku Pembunuhan Ditangkap, hingga Sutarmidji Akan Rotasi Pejabat

Baca: Abang Angkat Habisi Balita 20 Bulan, Hasil Pemeriksaan Medis Ditemukan Indikasi Kekerasan Seksual

Menurutnya, tunggakan yang paling banyak terjadi adalah di wilayah Kabupaten Sambas, karena populasi penduduknya juga banyak dibandingkan dua daerah lainnya.

Angka tunggakan ini masih menjadi perhatian Kantor BPJS Kesehatan Cabang Singkawang.

Oleh sebab itu, pihaknya telah mempersiapkan berbagai cara guna meningkatkan kesadaran warga membayar iuran BPJS ini.

"Karena ini merupakan program negara, makanya perlu partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat agar mengajak masyarakat disiplin membayar iuran,” ujarnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved