16 Desa Diajukan ke Provinsi, Darwis: Kalau Sesuai Kriteria Saya Sangat Bersyukur

Pemkab Mempawah seharusnya lebih memperhatikan dua desa yang masih berstatus tertinggal

16 Desa Diajukan ke Provinsi, Darwis: Kalau Sesuai Kriteria Saya Sangat Bersyukur
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mempawah, Darwis. 

16 Desa Diajukan ke Provinsi, Darwis: Kalau Sesuai Kriteria Saya Sangat Bersyukur

MEMAPAWAH - Kabupaten Mempawah mengajukan 16 desa berstatus desa mandiri ke Provinsi Kalbar. Terkait hal itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mempawah, Darwis, merasa bersyukur dengan hal itu.

Kendati demikian kata dia, Pemkab Mempawah seharusnya lebih memperhatikan dua desa yang masih berstatus tertinggal. "Di satu sisi saya merasa kaget dan di satu sisi saya merasa bersyukur dengan hal itu, kalau memang apa yang dikatakan pemerintah bahwa sudah ada 16 desa mandiri saya merasa bersyukur," ujarnya, kepada Tribun, Kamis (20/6/2019).

Darwis mengatakan, DPRD sama sekali belum mendapat infomasi apapun terkait 16 desa yang telah diverivikasi oleh Pemkab Mempawah berstatus mandiri.

"Belum pernah ada pemberitahuan terhadap itu, dan sepengetahuan saya kemarin belum ada satupun desa berstatus mandiri, kalau kami di dewan belum ada laporan sama sekali terkait hal itu," ujarnya.

Baca: Kabupaten Mempawah Ajukan 16 Desa Berstatus Mandiri ke Provinsi

Baca: Kepo dan Protektif, Baikkah Untuk Menjalin Hubungan?

Baca: Pria 40 Tahun Ini Mencuri di Rumah Sakit, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Menurut Darwis, satu hal yang luar biasa, ketika belum ada yang dilakukan oleh pemerintah kepada desa, bisa naik status menjadi desa mandiri, apalagi pemerintahan Bupati Erlina tergolong masih baru.

"Karena kita tidak tahu indikator desa mandiri itu apa saja, setahu saya banyak, selain itu pula disampaikan oleh Gubernur bahwa dalam menangani desa mandiri itu akan dibagi tugasnya, yang mana wewenang Kabupaten dan yang mana wewenang Provinsi," ujarnya.

Menurut Darwis, justru aneh jika belum ada dilakukan apa-apa tapi sudah ada perubahan yang sangat signifikan dari status desa tersebut.

"Kalau memang itu benar-benar sesuai kriteria tentu saya sangat senang sekali, tapi dalam tanda petik belum dilakukan apa-apa sudah bisa berubah, apalagi belum ada pembagian wewenang dan itu berkaitan dengan program-program pemerintah saat ini," ujarnya.

Menurutnya, berkaitan dengan infrastruktur bisa dikatakan belum ada program apapun yang berjalan saat ini, tetapi status desa tersebut sudah naik menjadi mandiri sangat patut untuk disyukuri meski sedikit aneh, kata dia.

"Mudah-mudahan mereka jujur dalam melakukan penilaian itu, karena belum ada apa-apa yang dilakukan pemerintah tapi statusnya sudah naik, menurut saya fokus kepada dua desa yang tertinggal itulah yang penting," pungkasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved