Usai Lantik Sekda, Sutarmidji Akan Kembali Lakukan Rotasi Besar-besaran Pejabat Eselon III dan IV

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan setelah resmi melantik sekda kalbar, dalam waktu dekat pihaknya akan melantikan 15 pejabat

Usai Lantik Sekda, Sutarmidji Akan Kembali Lakukan Rotasi Besar-besaran Pejabat Eselon III dan IV
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji memberikan arahan saat Pengambilan Janji Jabatan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Al Leysandri, di kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Kamis (20/6/2019) pukul 08.00 WIB. 

Usai Lantik Sekda, Sutarmidji Akan Kembali Lakukan Rotasi Besar-besaran Pejabat Eselon III dan IV

PONTIANAK - Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan setelah resmi melantik sekda kalbar, dalam waktu dekat pihaknya akan melantikan 15 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov kalbar hasil dari open biding dan rotasi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

"Setelah itu akan ada roling besar-besaran eselon III dan IV di lingkungan Pemprov Kalbar," ujarnya sesaat setelah melantik Sekda Kalbar Leysandri di Balai Petitih Kantor Gubernur, Kamis (20/6/2019)

Ia menerangkan sekitar 95 persen komposisi jabatan eselon di lingkungan pemprov nantinya akan mengisi jabatan sesuai dengan kompetensi dan keilmuan yang dimiliki.

"95 persen pejabat nantinya akan kembali pada latar belakang pendidikannya, sementara 5 persen itu mungkin ada yang tidak sesuai karena memang kita tidak punya orang," ujarnya.

Baca: Pemdes Sendoyan Targetkan Satu Dusun Satu TPA

Baca: Lantamal XII Pontianak Sosialisasikan Batas Wilayah Kerja ke Mabes TNI AL

Baca: HUT Bhayangkara ke 73, 8 Pasien Bibir Sumbing Operasi Gratis

Midji menjelaskan hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang baik.

"Fokus saya berada di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur semuanya harus disukseskan semuanya," ujarnya.

Langkah efisiensi dalam penggunaan anggaran juga masih akan dilakukan. Sebelumnya terbilang sekitar Rp 244 miliar penjalanan dinas. Pada tahun 2019 ini Midji mengambil kebijakan untuk menekan angka anggaran perjalanan dinas hingga menjadi Rp 140 miliar dan sudah ada efisiensi sebesar Rp 104 miliar.

"Dari Rp 140 miliar perjalanan dinas tersebut dalam satu triwulan penyerapanya sekitar Rp 35 miliar, akan tetapi sekarang ini satu triwulan penyerapanya cuma Rp 10 miliar," ujarnya.

Bayangkan saja dari Rp244 miliar perjalanan dinas, bisa di hemat anggaran untuk perjalanan dinas mungkin bisa hingga Rp 50 miliar hingga Rp 60 miliar pertahun.

Halaman
12
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved