Usai Lantik Sekda Kalbar, Midji Bakal Rotasi Eselon III dan IV

"Kalau ada OPD yang banyak temuan dalam pemeriksaan keuangan akan diganti kepalanya," tandas Midji.

Usai Lantik Sekda Kalbar,  Midji Bakal Rotasi Eselon III dan IV
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji memberikan ucapan selamat kepada Al Leysandri setelah dilantik sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat,di kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Kamis (20/6/2019) pukul 08.00 WIB. 

Laporan Wartwan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Gubernur Kalbar H Sutarmidji atas nama Presiden Joko Widodo melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar AL Leysandri di Balai Petiti Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (20/6/2019). Usai pelantikan ini Midji tegaskan akan menata kembali para pejabat Pemprov Kalbar terutama merotasi pejabat eselon III dan IV.

Gubernur juga meminta Sekda Kalbar yang baru dilantik ini dapat memberikan pembenahan terhadap layanan publik. Karena dari seluruh OPD yang ada di Pemprov Kalbar hanya satu yang sudah zona hijau. "Dalam waktu hingga akhir tahun ini semua sudah harus zona hijau. Nantinya kita akan minta Ombudsman untuk memberikan penilaian," tukas Midji.

Ia juga meminta sekda kalbar juga dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan tata kelola pemerintahan dan administrasi. Mengedepankan transparansi dalam pengelolaan anggaran, terutama pada belanja rutin jika belanja modal harus melewati tender.

"Kalau ada OPD yang banyak temuan dalam pemeriksaan keuangan akan diganti kepalanya," tandasnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan melantik 15 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Kalbar hasil dari open biding dan rotasi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. "Setelah itu akan ada roling besar-besaran eselon III dan IV di lingkungan Pemprov Kalbar," ujarnya.

Baca: Saksikan Ajang Adu Atraksi Barongsai Se Asia di Kota Pontianak

Baca: Tersangka Pembunuhan di Sintang Ditangkap Saat Menuju Kalteng

Ia menerangkan sekitar 95 persen komposisi jabatan eselon di lingkungan pemprov nantinya akan mengisi jabatan sesuai dengan kompetensi dan keilmuan yang dimiliki.

"95 persen pejabat nantinya akan kembali pada latar belakang pendidikannya. Sementara lima persen itu mungkin ada yang tidak sesuai, karena memang kita tidak punya orang," ujarnya.

Midji menjelaskan hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang baik.

"Fokus saya berada di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur semua harus disukseskan,” tukasnya.

Langkah efisiensi dalam penggunaan anggaran, dikatakannya juga masih akan dilakukan yang sebelumnya sekitar Rp 244 miliar hanya untuk penjalanan dinas. Pada 2019 ini Midji akan mengambil kebijakan guna menekan angka anggaran perjalanan dinas hingga menjadi Rp 140 miliar, angka tersebut menurutnya sudah termasuk efisiensi sebesar Rp 104 miliar.

Halaman
12
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved