Teman Korban Pembunuhan di Singkawang Beberkan Kejadian pada Polisi

Kerumunan warga sekitar membuat suasana ramai. Namun tetap kondusif melihat proses rekonstruksi berlangsung.

Teman Korban Pembunuhan di Singkawang Beberkan Kejadian pada Polisi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Tersangka Lai Li Sin alias Jinton (32) melakukan rekonstruksi pembunuhan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jalan P Natuna, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kamis (20/6/2019). 

Teman Korban Pembunuhan di Singkawang Beberkan Kejadian pada Polisi

SINGKAWANG - Tim Penyidik Polres Singkawang bersama Kejaksaan Negeri Kota Singkawang dan tersangka pelaku pembunuhan Lai Li Sin alias Jinton (32) menggelar rekonstruksi pembunuhan.

Pembunuhan terjadi Sabtu (5/12/2015) silam dimana korban Achiang (16) meninggal dunia. Pelaku sempat kabur selama 3,5 tahun ke Desa Air Hitam, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

Rekonstruksi dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jalan P Natuna, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kamis (20/6/2019).

Baca: Babinsa Koramil Nanga Mau dan Warga Gotong Royong Bangun Rabat Beton Jalan

Baca: Pertahankan WTP, Pemerintah Sekadau Bekerjasama dengan Untan Gelar Seminar Akuntansi

Garis polisi membentang di sekitar lokasi rekonstruksi. Beberapa petugas bersenjata lengkap berjaga di depan rumah korban.

Kerumunan warga sekitar membuat suasana ramai. Namun tetap kondusif melihat proses rekonstruksi berlangsung.

Teman Achiang yang juga menjadi korban hingga kedua tangannya putus akibat tebasan pelaku, A (26) menceritakan bagaimana kedua tangannya putus.

Tangan kanannya putus akibat memegang parang yang digunakan tersangka. Saat memegang itu, tersangka langsung menarik parang sehingga tangannya terluka. "Saya pegang parang, lalu ditariknya," katanya.

Melihat kondisi tangan kanannya yang putus, A langsung shock. Namun belum sempat ia menenangkan diri, tersangka kembali mengarahkan parang ke leher kirinya.

Spontan A menepis parang tersebut menggunakan tangan kirinya. Tepisan itu membuat lehernya tak mengalami luka parah, namun tangan kirinya terluka hingga putus.

Baca: Gelar Rekonstruksi Pembunuhan, Keluarga Korban Minta Netizen Tak Berkomentar di Media Sosial

Mendengar keributan tersebut, ayah korban BK (58) keluar dari kamar. A lantas lari ke dapur rumahnya.

BK yang baru keluar dari kamar langsung menjadi sasaran amukan tersangka. Akibatnya tangan sebelah kiri di lengan hampir putus akibat dibacok.

Sementara Achiang tergeletak di lantai rumah dengan kondisi bersimbah darah penuh luka bacok dan tusukan.

Achiang, A dan BK sempat dibawa ke rumah sakit. A dan BK selamat, namun naas bagi Achiang, ia meninggal setelah mendapat perawatan selama tiga hari. "Dia masih bertahan tiga hari, dia meninggal di rumah sakit," tuturnya

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved