Sudah Banyak Korban, Masyarakat Dukung Larangan Bermain Layangan di Pontianak

Masih banyak yang main layang-layang, di jalan tengah tepian sungai itu masih banyak warga main layang-layang

Sudah Banyak Korban, Masyarakat Dukung Larangan Bermain Layangan di Pontianak
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kapolresta Pontianak Kombes Muhammad Anwar Nasir bersama Dandim 1207/BS Pontianak Kolonel Arm Stefie Jantje Nuhujanan menunjukkan barang bukti kelayang, saat ditemui di sela-sela Rapat Pleno KPU Kota Pontianak di Hotel Kapuas Palace, Jalan Budi Karya, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (5/5/2019) siang. 

 Sudah Banyak Korban, Masyarakat Dukung Larangan Bermain Layangan di Pontianak

PONTIANAK - Terkait larangan bermain layangan di Kota Pontianak memang ada kontroversi dikalangan masyarakat, sebab ada yang menganggap kalau itu permaian tradisional sehingga tak boleh dilarang namun adapula masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam melarang permainan ini.

Permainan layang-layang di Kota Pontianak telah beberapa kali merenggut korban jiwa karena kesetrum ataupun mengalami kecelakaan dan luka-luka karena besetan gelas layangan.

Satu diantara masyarakat Pontianak Timur, Murhan (38) menyebutkan masih banyak warga yang bermain layang-layang. Ia melihat sendiri setiap sore banyak layang-layang yang terbang dilangit Pontianak.

"Masih banyak yang main layang-layang, di jalan tengah tepian sungai itu masih banyak warga main layang-layang," ucap Murhan, Kamis (20/6/2019).

Baca: Kapolres Singkawang Cek Sarana Prasarana Petugas

Baca: Teman Korban Pembunuhan di Singkawang Beberkan Kejadian pada Polisi

Lanjut ia mengesahkan beberapa bulan lalu sempat ada korban meninggal di Jalan Tanjung Harapan tersebut karena setrum akibat tali layangan.

Secara pribadi ia mengutuk pemain layangan itu, menurutnya sangat membahayakan masyarakat lainnya.

"Kita sebagai masyarakat ini kesal juga orang main layangan, coba kena sama dia sendiri nda apa-apa, inikan orang lain jadi korbannya seperti di Jalan Tanjung Harapan dulu," tambahnya.

Lanjut disampaikannya permainan layangan memang biasa dimainkan sejak kecil dulu, namun saat ini orang-orang bermain layangan sudah menggunakan gelasan dan kawat sehingga membahayakan.

Selaku masyarakat yang hanya bisa menegur, ia berharap petugas berwenang rutin melakukan razia. Sebab ia melihat sendiri yang bermain layang-layang ini bukanlah anak kecil melainkan orang dewasa.

Baca: Polisi Amankan Pria Jual Kucing Hutan di Kubu Raya

Warga lainnya, Rahmad (43) juga menyampaikan dukungannya terhadap larangan bermain layangan yang dilakukan oleh pemerintah, sebab menurutnya korban sudah banyak baik dari pemainnya sendiri maupun masyarakat yang berkendara.

Ia berharap pemain dapat diamankan sehingga mereka tidak lagi bermain layang-layang dan memberikannya efek jera.

"Kita dukung larangan bermain layang-layang, jangan sampaida korbam lagi,"pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved