General Manager PLN UIW Kalbar: Kondisi Kelistrikan Kalbar Saat Ini Telah Surplus

General Manager PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi mengatakan secara umum pada Mei 2019, kondisi kelistrikan di Kalimantan Barat

General Manager PLN UIW Kalbar: Kondisi Kelistrikan Kalbar Saat Ini Telah Surplus
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kelistrikan di Kalbar 

General Manager PLN UIW Kalbar: Kondisi Kelistrikan Kalbar Saat Ini Telah Surplus

PONTIANAK -  General Manager PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi mengatakan secara umum pada Mei 2019, kondisi kelistrikan di Kalimantan Barat sudah surplus, hal ini ditunjukkan dengan jumlah Data Mampu Netto (DMN) sebesar 739,882 MW dan beban 501,729 MW.

“Untuk Khatulistiwa DMNnya 534.400 kW dengan beban 355.800 kW, Sanggau DMN 27.700 kW dengan beban 19.450 kW, Putusibau DMN 10.500 kW dengan beban 7.379 kW, Sintang DMN 38.200 kW dengan beban 27.100 kW, Nanga Pinoh DMN 11.500 kW dengan beban 8000 kW , Sekadau DMN 7.480 kW dengan beban 7.480 kW dan Ketapang DMN 38.420 kW dengan beban 30.400 kW, dan semuanya normal,” jelas Agung.

Ia mengatakan berdasarkan Laporan EOB UP2B Kalimantan Barat Mei 2019, sistem Kalimantan Barat terdiri dari 1 sistem interkoneksi besar yang disebut Sistem Khatulistiwa.

Mencakup Bengkayang, Sambas, Singkawang, Mempawah, Ngabang, Tayan, Jungkat, Siantan, Kota Baru, Pontianak, dan Kubu Raya.

“Selain sistem besar, terdapat juga 66 sistem isolated lain yang disuplai hampir seluruhnya oleh Pembangkit berbahan bakar diesel. Terdapat beberapa unit pembangkit listrik tenaga surya seperti di Pulau Limbung, Temajuk, dan Siding,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Kamis (20/6).

Untuk rencana pengembangan pembangkit, Agung mengatakan pada tahun 2021 mendatang, Daya Mampu Netto Kalimantan Barat direncanakan akan mencapai 732 MW tanpa masuknya SESCO Interkoneksi 275 kV 230 MW. 

Baca: Bawa Kabur dan Cabuli Gadis Bawah Umur, Nando Ditangkap Polisi

Baca: Ramalan SHIO Jumat 21 Juni 2019 | Saatnya Shio Macan Rasakan Banyak Hal, Shio Kelinci Harus Berani

Baca: Kapuas Hulu Akan Gelar Kontes Arwana Super Red, Catat Tanggal dan Cara Daftarnya

“Dengan perkiraan beban puncak tahun 2021 mencapai 582 MW, Sistem Kalimantan Barat surplus dengan cadangan reserve margin sebesar 150 MW atau sebesar 26% sehingga tanpa SESCO pun sudah ketahanan suplai listrik masih mencukupi,” tegasnya.

Berdasarkan data UIP, Progres pembangkit yaitu pertama, PLTU Parit Baru Site Bengkayang (FTP2) 2x50 MW : 99,49%. Kedua, PLTU Parit Baru (FTP1) 2x50 MW : 85,57%. Ketiga, PLTU Kura-Kura (FTP1) 2x27,5 MW : 86,12%. Keempat, PLTU IPP Kalimantan Barat 1 2x100 MW : 71,53%. Dan kelima PLTU IPP Ketapang 2x6 MW : 96,46%.

“Selain itu, untuk memanfaatkan potensi alam Kalimantan Barat, terutama biomassa dan biogas, telah direncanakan masuknya beberapa pembangkit biomassa dan biogass di Kuala mandor   5,0 MW, Meliau 2,0 MW, Ketapang 15,0 MW, Nanga Pinoh 10,0 MW, Sanggau 1,2 MW, Sekadau 10,0 MW, Sintang 10,0 MW, Balai Karangan 6,0 MW, dan Putussibau 10,0 MW,” terangnya.

Halaman
12
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved