Pilpres 2019

Disebut Saksi Prabowo Kotak Suara Pindah ke Gereja, Bawaslu Kubu Raya Buka Suara

Ketua Bawaslu Kubu Raya, Uray Juliansyah mengungkapkan jika pihaknya menginvestigasi terkait hal yang disampaikan saksi kubu Prabowo

Disebut Saksi Prabowo Kotak Suara Pindah ke Gereja, Bawaslu Kubu Raya Buka Suara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Ketua Bawaslu Kabupaten Kubu Raya, Uray Juliansyah . 

Disebut Saksi Prabowo Kotak Suara Pindah ke Gereja, Bawaslu Kubu Raya Buka Suara

PONTIANAK - Ketua Bawaslu Kubu Raya, Uray Juliansyah mengungkapkan jika pihaknya menginvestigasi terkait hal yang disampaikan saksi kubu Prabowo di MK yakni Ketua Sekber Satgas Kalimantan Barat, Risda Mardarina karena memang tidak ada laporan maupun temuan seperti yang dipaparkan.

"Terkait yang di Pondok Indah Lestari (PIL) yang disampaikan saksi Risda kami belum menemukan temuan dan tidak ada laporan ke Bawaslu Kubu Raya tetapi kami mendapatkan informasi sidang di MK, maka kami segera melakukan investigasi dan penelusuran serta juga menanyakan ke KPU," katanya, Kamis (20/06/2019).

Dikatakannya, bahwa terkait sidang MK yang dimana Kubu Raya disengketakan dan disebut ialah terkait PSL.

Baca: Tingkatkan Kompetensi SDM Pertanian, Kementan Giatkan Pendidikan dan Pelatihan Cetak Petani Milenial

Baca: Live Streaming MNCTV Indonesia Vs Afganistan Semifinal Futsal Piala Asia U-20 Jam 18.00 WIB

Risda, kata dia, menyampaikan laporan ke Bawaslu, tetapi pihaknya sudah dulu melakukan penanganan dengan pengawasan dan menjadi temuan.

"Terkait laporan itu adalah untuk mendukung bukti-bukti pendukung dalam temuan kami dan kami sudah menanganinya dengan sidang administrasi cepat dan putusannya Pemungutn Suara Lanjutan (PSL) dibeberapa TPS yaitu Sungai Ambawang TPS 9, Sungai Raya TPS di Pulau Jambu dan Kuala Dua," terangnya.

"Mengenai PSL yang kami putuskan dalam sidang administrasi cepat, bahwa berdasarkan hasil temuan dan kajian kami memang adanya kekurangan surat suara pada Pilpres di TPS Sungai Ambawang sebanyak 42 orang berdasarkan data yang kami kumpulkan, yaitu pemilih masuk dalam DPTb," timpal U Juliansyah.

Lebih lanjut, kata U Juliansyah, terkait ditindaklanjuti oleh KPU, KPU mengajukan koreksi hasil putusan Bawalu Kubu Raya ke Bawaslu RI namun Bawaslu RI tidak dapat meregister karena berkas pngajuan koreksi mereka sudah kadaluarsa atau melewati waktu yang ditentukan.

PAN Dukung Prabowo-Sandi Hingga Keluar Putusan MK

Ketua DPW PAN Kalbar, Boyman Harun menegaskan jika pihaknya masih mendukung paslon 02 Prabowo-Sandi sampai selesai sidang di MK.

Halaman
123
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved