Delapan Puskesmas Kubu Raya Raih Akreditasi

Atas predikat tersebut, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengaku bangga.

Delapan Puskesmas Kubu Raya Raih Akreditasi
TRIBUNPONTIANAK/RIVALDI ADE MUSLIADI
Bupati Kubu Raya - Muda Mahendrawan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Delapan Puskesmas di Kabupaten Kubu Raya mendapatkan sertifikat akreditasi dari Kementerian Kesehatan RI. Dua puskesmas yakni Puskesmas Teluk Pakedai dan Puskesmas Air Putih mendapat Status Akreditasi Dasar.

Sedangkan Puskesmas Sungai Radak mendapat Status Akreditasi Utama. Sementara Puskesmas Terentang, Puskesmas Sungai Kerawang, Puskesmas Parit Timur, Puskesmas Sungai Asam, dan Puskesmas Kuala Mandor B mendapat Status Akreditasi Madya.

Atas predikat tersebut, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengaku bangga. Menurutnya hal tersebut merupakan doa dan dukungan dari masyarakat.

"Saya bangga pada akreditasi. Semua juga ingin mendapatkan penghargaan. Tapi penghargaan dan doa masyarakat yang termarjinalkan itulah yang jauh lebih berarti bagi kita semua," ujarnya, Kamis (20/6/2019).

Baca: Warga Tiongkok Dominasi WNA di Kalbar

Baca: Pemain Layangan Masih Membandel, Bahasan Ingatkan Sudah Banyak Korban Jiwa

Baca: Prabasa Ingatkan Sekda Baru Kalbar Agar Targetkan Raih WTP

Muda mengatakan, akreditasi penting sebagai bagian dari monitoring dan motivasi. Namun ia mengingatkan para petugas puskesmas agar tidak terlena dengan akreditasi yang diraih. Karena, menurutnya, banyak contoh di mana setelah akreditasi didapat pelayanan justru menurun.

"Kadang kelemahan kita adalah cepat terlena. Akreditasi bukan untuk gagah-gagahan dan formalitas. Namun untuk memastikan bahwa kita sudah menjalankan itu secara maksimal. Yang terpenting adalah substansinya," tutur Muda.

Terkait pelayanan kesehatan, Muda menyebut pelayanan yang paling utama adalah kepada mereka yang kurang mampu. Hal ini yang menurutnya menjadi target untuk dikejar.

Dirinya berharap pelayanan yang massif bisa dimaksimalkan dengan langkah-langkah tepat ke depan. Dibarengi upaya-upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan akses serta sarana.

"Sanitasi dan akses masyarakat terhadap air bersih mulai tahun ini dikerjakan Bidang Cipta Karya secara massif. Selain itu juga rehab rumah tidak layak huni baik dengan dana pusat maupun daerah," katanya.

"Juga untuk sarana MCK individual di rumah-rumah. Mulai dari anggaran perubahan ini kita targetkan setiap desa itu minimal bertahap dan terus menerus setiap tahun ditingkatkan. Termasuk juga untuk sumurbor yang sederhana. Nah, upaya-upaya sudah kita susun sekarang," tukasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved