Buka Pekan PPHG, Bupati Sintang Sampaikan Pesan Kepada Para Pemuda Harapan Gereja

Bupati Sintang Jarot Winarno membuka kegiatan Pekan Umum Persekutuan Pemuda Harapan Gereja (PPHG) yang dilaksanakan di Gereja GPSK

Buka Pekan PPHG, Bupati Sintang Sampaikan Pesan Kepada Para Pemuda Harapan Gereja
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sintang Jarot Winarno membuka kegiatan Pekan Umum Persekutuan Pemuda Harapan Gereja (PPHG) yang dilaksanakan di Gereja GPSK Gloria, Jalan Teluk Menyurai, Kabupaten Sintang, Kamis (19/06/2019) kemarin. (ist) 

Buka Pekan PPHG, Bupati Sintang Sampaikan Pesan Kepada Para Pemuda Harapan Gereja

SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno membuka kegiatan Pekan Umum Persekutuan Pemuda Harapan Gereja (PPHG) yang dilaksanakan di Gereja GPSK Gloria, Jalan Teluk Menyurai, Kabupaten Sintang, Kamis (19/06/2019) kemarin.

Pembukaan kegiatan ini ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali oleh Bupati Sintang Jarot Winarno. Tampak hari ratusan pemuda GPSK dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Bupati Sintang memberikan pemahaman dalam mengatasi tantangan ke depan kepada para pemuda yang ikut dalam kegiatan Pekan PPHG.

"Saat ini, dunia modern telah menunjukkan bahwa kita hidup sudah kurang bersosial, tentu saja, kita sibuk dengan telepon pintarnya masing-masing, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita, sehingga arus informasi baik itu positif maupun negatif masuk kepada kita," katanya.

Baca: Saksi Ahli KPU Sebut Tak Ada Guna Rekayasa Situng, Marsudi Wahyu: Kesalahan Entri Bukan Kecurangan

Baca: 2023 PLN Targetkan 100 Persen Masyarakat Kalbar Sudah Terlistriki

Baca: Sedang Live! Timnas Indonesia Vs Afghanistan Semifinal Futsal Piala Asia U20

Dengan demikian, Jarot berharap kegiatan PPHG ini akan memberikan motivasi agar kita untuk tidak mengkonsumsi informasi-informasi yang negatif.

Jarot menuturkan bahwa dikondisi sekarang para kaum muda lebih banyak hidup dalam kesendirian. Waktu yang dimiliki ini hanya sekitar 20 persen saja yang kita sisakan untuk sahabat karib dan keluarga.

"Sisa lebih banyak kita hidup dalam kesendirian, apalagi ditunjang dengan teknologi komunikasi seperti sekarang, kalau ada 5-6 orang duduk dalam satu meja, rencananya ingin makan bersama tetapi sibuk dengan HP-nya masing-masing, ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita," tuturnya.

Jarot meminta kepada kaum pemuda yang ikut kegiatan Pekan PPHG untuk dapat menjaga kesatuan dan persatuan. Tantangan di tingkat Nasional saat ini bangsa sedang terpecah belah, tapi kita memiliki dua ajimat yaitu Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Kita haruslah hidup tentram, rukun, damai dan bersatu, sehingga indahnya kegiatan Pekan PPHG ini diselenggarakan, apalagi temanya The Power Of Change ini kegiatan yang sangat menarik dan luar biasa," pesan Jarot.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Pekan PPHG, Matius Muhni mengatakan bahwa kegiatan Pekan Persekutuan Pemuda Harapan Gereja ini diselenggarakan dituju kepada kaum muda untuk memberikan pencerahan yang baik.

“Tujuannya adalah untuk menjadikan anak-anak muda yang ada di GPSK bisa memberikan dampak yang positif bagi keluarga, lingkungan dan masyarakat dimanapun mereka berada," kata Matius.

Dengan demikian, dirinya meyakini mereka akan menjadi pemuda yang benar-benar bisa memberikan hal-hal terobosan yang baru dan positif untuk ke depannya.

"Setiap anak yang datang harus memiliki perubahan dalam hidup utk memberikan dampak yang positif dari The Power Of Change," jelas Matius.

Matius menambahkan kegiatan Pekan Umum PPHG ini diselenggarakan selama 4 hari. Mulai dari hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 dan berakhir pada hari Sabtu 22 Juni 2019.

Penulis: Wahidin
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved