Wali Kota Singkawang Komentari Fenomena Kasus Kawin Kontrak di Kalbar

Ia juga mengharapkan nantinya kawin kontrak ini tidak ada lagi karena hal ini merugikan masyarakat itu sendiri terutama pihak perempuan dan keluargany

Wali Kota Singkawang Komentari Fenomena Kasus Kawin Kontrak di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Kapolda Kalimantan Barat berjabat tangan dengan Walikota Singkawang seusai acara pembukaan Baksos Kesehatan Polda Kal-Bar di Sekolah Terpadu Jl Tanjung Raya II Saigon. 

Wali Kota Singkawang Komentari Fenomena Kasus Kawin Kontrak di Kalbar

PONTIANAK - Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie, S.E. saat di temui di Sekolah Terpadu, Jl Tanjung Raya II Pontianak, ketika menghadiri acara pembukaan Baksos Kesehatan Polda Kalbar Selasa (18/06/2019) menanggapi kasus terkait kawin kontrak yang baru-baru ini sedang di usut oleh kepolisian Kalimantan Barat.

Tjhai Chui Mie menjelaskan jika dahulu kawin kontrak di kota Singkawang marak terjadi, kini seiring perkembangan zaman dan teknologi informasi yang semakin mendewasakan masyarakat.

Kawin kontrak saat ini menurutnya ini sudah berkurang.

Ia juga mengharapkan nantinya kawin kontrak ini tidak ada lagi karena hal ini merugikan masyarakat itu sendiri terutama pihak perempuan dan keluarganya.

Baca: Wali Kota Singkawang Sayembarakan Desain Renovasi Masjid Agung

Baca: Wali Kota Singkawang Sampaikan Pandangan Umum Terhadap Raperda Rapensi

"Dengan teknologi yg canggih, masyarakat kita pun sudah dewasa yang mana dulu di kota Singkawang marak akan hal seperti itu ya pernikahan dengan warga negara asing, klalau untuk sekarang sudah berkurang ya, mudah-mudahan tidak ada lagi," ujarnya.

Pemkot Singkawang juga terus memberikan sosialisasi kepada masyarakatnya mengenai dampak buruk dari kawin kontrak tersebut.

Tidak hanya itu Pemkot Singkawang juga melakukan pengawasan serta pengembangan SDM kepada masyarakat kota Singkawang. Sehingga nantinya kawin kontrak ini tidak terjadi lagi di wilayah kota Singkawang.

"Kita sosialisasi terus bahwa kalau tidak mengerti siapa itu yang akan kita nikahi itu akan merugikan pihak perempuan. Itulah yang akan kita selalu sosialisasikan kepada warga kita terutama yang perempuan dan orang tuanya. Pengawasan perlu ya, yang kedua kita meningkatkan SDM kita sendiri. Mereka harus jeli dan bisa memilah yang mana baik dan tidak baik," tutupnya. (Marpina Wulan)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved