Hadiri ICC-MAB di Perancis Ini Penjelasan Bupati Kapuas Hulu

Abang Muhammad Nasir SH menyatakan, kegiatan tersebut merupakan pertemuan tahunan organisasi UNESCO untuk membahas pembangunan

Hadiri ICC-MAB di Perancis Ini Penjelasan Bupati Kapuas Hulu
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir SH saat menghadiri acara kegiatan 31st session of the MAB ICC Paris 2019, di Perancis. 

Hadiri ICC-MAB di Perancis Ini Penjelasan Bupati Kapuas Hulu

KAPUAS HULU - Menghadiri kegiatan pertemuan ICC-MAB di Perancis dan Jerman, Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir SH menyatakan, kegiatan tersebut merupakan pertemuan tahunan organisasi UNESCO untuk membahas pembangunan dan pengembangan cagar biosfer sebagai pemulihan ekosistem.

"Perlu diketahui, jumlah cagar biosfer dunia saat ini sebanyak 669 yang terbesar di 120 negara. Indonesia saat ini memiliki 11 cagar biosfer," ujarnya kepada wartawan via WhatsApp, Rabu (19/6/2019).

Nasir menjelaskan, dimana pengelolaan suatu Cagar Biosfer dibagi menjadi 3 zona yang saling berhubungan, yaitu, Area inti (Core Area) adalah kawasan konservasi atau kawasan lindung dengan luas yang memadai, mempunyai perlindungan hukum jangka panjang, untuk melestarikan keanekaragaman hayati beserta ekosistemnya.

Baca: Kalbar 24 Jam - Pembunuhan Sadis, Video Seks Oknum Guru & Siswa, hingga KPK Periksa Rektor IAIN

Baca: TERPOPULER - Siswi Budak Seks Oknum Guru, Rocky Gerung Sebut Yusril Ihza Baper, hingga Kesha Ratuliu

Baca: Piala Dunia Wanita 2019: Guro Reiten, Gadis Emas Norwegia yang Curi Perhatian Dunia di Perancis

"Zona penyangga (Buffer Zone) adalah wilayah yang mengelilingi atau berdampingan dengan area inti dan teridentifikasi, untuk melindungi area intidari dampak negatif kegiatan manusia. Dimana hanya kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan tujuan konservasi yang dapat dilakukan," ucapnya.

Sedangkan area transisi (Transition Zone) adalah, wilayah terluar dan terluas yang mengelilingi atau berdampingan dengan zona penyangga. Kegiatan-kegiatan pengalolaan sumberdaya alam secara lestari dan model-model pembangunan.

"Dimana program MAB Pelaksanaan program MAB meliputi tiga rencana aksi yaitu, negara anggota dapat menggunakan Jaringan Cagar Biosfer Dunia, memakai pendekatan ekosistem dalam memadukan pengelolaan daratan, air, dan keanekaragaman hayati serta mempromosikan konservasi dan pemanfaatan lestari (sustainable use) secara adil," ujarnya.

Memberdayakan institusi dan kemampuan sumberdaya manusia agar mempromosikan pemanfaatan yang lestari dari daratan, air, dan keanekaragaman hayati untuk meningkatkan interaksi antara manusia dan lingkungannya.

"Memacu keterpaduan pendekatan mendasar ilmiah dengan sosial - budaya untuk konservasi dan pengelolaan yang lestari bagi daratan, air, keanekaragaman hayati, termasuk didalamnya melalui kerjasama di antara program," ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut tambah Bupati, Indonesia pada saat pertemuan di Paris membahasa pengajuan beberapa taman Nasional mengusul ke dunia sbg contoh Taman Biosper dunia. "Semoga pertemuan ini memberikan yang terbaik bagi pembangunan Kapuas Hulu," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved