Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Abang Indra: Dukung Langkah Pemkab Sanggau Maksimalkan UKM

Harapan kita semoga target itu bisa tercapai dan program-program yang direncanakan bisa berjalan dengan baik

Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Abang Indra: Dukung Langkah Pemkab Sanggau Maksimalkan UKM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hendri Chornelius
Abang Indra 

Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Abang Indra: Dukung Langkah Pemkab Sanggau Maksimalkan UKM

SANGGAU-Tokoh Pemuda Sanggau, Abang Indra mendukung dengan langkah Pemkab Sanggau yang akan memaksimalkan usaha UKM untuk mengenjot pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 5,5 persen di tahun 2019.

"Harapan kita semoga target itu bisa tercapai dan program-program yang direncanakan bisa berjalan dengan baik, "kata Abang Indra, Rabu (19/6/2019).

Karena, lanjutnya, selain UKM, juga ada beberapa sektor lain yang memang harus digenjot agar target pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,5 persen.

Baca: 86 Desa di Sintang Dikategorikan Sangat Tertinggal dan Jadi Kantong Kemiskinan

Baca: MRI Mempawah, Ormas dan OKP Galang Dana untuk Korban Banjir Landak

Baca: Sutarmidji: Tidak Boleh Ada Anak Kalbar Putus Sekolah

Sebelumny, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sanggau, Kukuh Triyatmaka menargetkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten tahun 2019 sebesar 5,5 persen. 

"Kalau target kita mengikuti Provinsi. Kalau provinsi kan sampai 6 persen. Kita kan saat ini tertinggi 5,23. Malah tahun kemarin turun 4,5, Sekarang target saya di RPJMD malah 5,5,"katanya, Selasa (18/6/2019).

Untuk itu, kata Kukuh, Pemkab Sanggau terus berupaya menggenjot pertumbuhan ekonomi di Sanggau. Salah satu strategi yang digunakan yaknk memaksimalkan usaha UKM.

"Kalau industri besar saingannya cukup besarlah, yang membuat kita bertahan itu UKM sebenarnya. Itu yang kita genjot terus di sektor UKM nya,"tegasnya.

Selanjutnya, adalah dengan meningkatkan pemberdayaan. Pemberdayaan juga sesuai keinginan Presiden dan Gubernur dengan meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) yang kita dorong melalui ADD/DD dan APBD.

"Programnya adalah pemberdayaan. Kalau pemberdayaan berarti uang ada di rakyat, berarti ada daya beli dan ada pertumbuhan ekonomi juga, "ujarnya.

Untuk angka kemiskinan di Sanggau, lanjut Kukuh, masih sekitar 4,62 persen. "Kemaren mau bergerak 4,7, "tuturnya.

Untuk menekan angka kemiskinan, Pemkab Sanggau berencana menggelontorkan anggaran untuk program-program pro rakyat yang bersifat pemberdayaan, dan yang menjadi prioritas termasuk UKM.

"Untuk infrastruktur, kebutuhan Pemkab Sanggau cukup besar. Namun karena keterbatasan anggaran, Pemkab Sanggau membangun berdasarkan skala prioritas," tambah Abang Indra.

Saat disinggung seberapa besar porsi anggaran untuk belanja ke masyarakat langsung, Kukuh menjelaskan, cukup besar. 

"Kalau dari porsi belanja langsung tidak langsung, belanja langsung saja kebanyakan sistemnya sudah swakelola masyarakat. Dari ADD/DD saja kita hampir Rp 230 milyar. Belanja di Dinas Pertanian itukan pemberdayaan langsung yang pelaksanaannya seperti swakelola," pungkas Abang Indra.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved