86 Desa di Sintang Dikategorikan Sangat Tertinggal dan Jadi Kantong Kemiskinan

Jarot menjelaskan bahwa di Kabupaten Sintang ini memiliki 391 Desa dan sudah ada 6 Desa yang menjadi desa mandiri. Berdasarkan hasil penilaian IDM

86 Desa di Sintang Dikategorikan Sangat Tertinggal dan Jadi Kantong Kemiskinan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Bupati Sintang Jarot Winarno saat menghadiri kegiatan Penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Kalimantan Barat terhadap Desa Sungai Pukat yang dilaksanakan di Balai 4 Menyadik Desa Sungai Pukat, Selasa (18/6/2019) kemarin. 

86 Desa di Sintang Dikategorikan Sangat Tertinggal dan Jadi Kantong Kemiskinan

SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno menegaskan bahwa pembangunan di suatu daerah seperti halnya di Kabupaten Sintang dapat dikatakan berkembang apabila kegiatan pembangunan-pembangunan tersebut dimulai dari desa-desa.

Hal ini disampaikan Jarot saat menghadiri kegiatan Penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Kalimantan Barat terhadap Desa Sungai Pukat yang dilaksanakan di Balai 4 Menyadik Desa Sungai Pukat, Selasa (18/6/2019) kemarin.

"Saya selalu utarakan kalau besarnya Kabupaten Sintang itu bukan karena obor pembangunan yang ada di Kota Sintang, tetapi karena lilin pembangunan yang ada di desa-desa inilah yang membuat desa semakin maju," katanya.

Jarot menjelaskan bahwa di Kabupaten Sintang ini memiliki 391 Desa dan sudah ada 6 Desa yang menjadi desa mandiri. Berdasarkan hasil penilaian Indeks Desa Membangun.

Baca: Desa Sungai Pukat Wakili Sintang di Lomba Desa Tingkat Provinsi Kalimantan Barat

Baca: KRONOLOGI Pria Tewas Bersimbah Darah di Camp PT SNIP Sintang, Sejumlah Barang Milik Korban Raib

"Sudah ada 6 desa yang menjadi desa mandiri. Lalu ada 10 desa yang sudah menjadi desa maju. Akan tetapi kita di Sintang masih 21 persen atau sekitar 86 desa dari 391 desa masih dikategorikan desa sangat tertinggal," jelasnya.

Menurutnya Kabupaten Sintang bersama tiga kabupaten lain seperti Melawi, Ketapang dan Landak itu masih memiliki kantong-kantong kemiskinan pada desa-desa yang sangat tertinggal.

Baca: Divisum di RSUD Ade M Djoen Sintang, Kondisi Korban Pembunuhan Alami Luka di Kepala, Leher dan Jari

"Sintang merupakan jumlah desa paling banyak di Kalbar, tentunya kantong-kantong kemiskinan yang harus kita entaskan, mengentaskan hal ini tidaklah mudah, hal inilah yang kita bersama-sama mengentakannya," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved