437 SDN di Landak Terapkan PPDB Sistem Zonasi

Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi tahun 2019 ini, tidak hanya diterapkan untuk Sekolah Menegah Pertama (SMP)

437 SDN di Landak Terapkan PPDB Sistem Zonasi
TRIBUN PONTIANAK/STEFANUS AKIM
Sejumlah warga antre cetak foto di studio foto Jambore, Jl Gajahmada, Pontianak, Senin (1/7/2013). Bertepatan dengan penerimaan siswa baru banyak orangtua yang mencetak foto untuk anaknya. 

437 SDN di Landak Terapkan PPDB Sistem Zonasi

LANDAK - Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi tahun 2019 ini, tidak hanya diterapkan untuk Sekolah Menegah Pertama (SMP), tetapi untuk Sekolah Dasar (SD) juga akan diterapkan.

"PPDB tahun ini dengan ada tiga model penerimaan, pertama sistem zonasi 90 persen, prestasi 5 persen, dan ketiga dengan jalur pindah orang tua 5 persen," ujar Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Landak Buyung ditemui Tribun pada Selasa (18/6/2019).

Maka dari itu kata Buyung, bagi yang kalau dari kampung misalnya ingin sekolahkan anaknya di Kabupaten atau di Kecamatan, bisa dengan jalur pindah orang tua. "Seperti ikut keluarganya, tapi kan kuotanya terbatas hanya 5 persen," katanya.

Terkait dengan sistem zonasi jelas Buyung, itu adalah aturan dari pusat. "Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus mengikuti perintah dari pusat. Supaya tidak ada lagi istilah sekolah itu diunggulkan atau dianak emaskan," urainya.

Baca: Garuda Wiko: Untan Akan Terus Berupaya Meningkatkan Jumlah Guru Besar

Baca: Minggat Dari Rumah, Ternyata Dul Jaelani Panggil Mulan Jameela dengan Sebutan Ini!

Baca: VIDEO: Live Streaming Colombia Vs Qatar | Line-up, Falcao dan James Rodriguez Show Copa America 2019

Lanjutnya lagi, "Jadi orang-orang daerah yang kualitasnya kurang, bisa diterima di sekolah yang katanya bagus di daerahnya. Ini tahapnya secara perlahan-lahan, inilah tanggung jawab pemerintah Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan segala sesuatunya," tambah Buyung.

Selain itu, para guru pun nantinya harus mengikuti irama ini. "Guru akan dipetakan. Sekolah yang kekurangan guru, akan diisi dari sekolah yang kelebihan guru," bebernya.

Buyung mencontohkan, saat ini Pemda Landak sedang ada regrouping (penyatuan sekolah). "Tahun ini 16 sekolah dibuat menjadi 8 sekolah. Otomatis itu ada lebih guru, jadi mereka yang lebih akan dimutasi ke sekolah yang kekurangan guru," ungkapnya.

Dengan demikian menurut Buyung, Itu salah satu dampak PPDB ini dan untuk ke pemerataan guru juga. "Jadi tidak ada istilah sekolah itu kekurangan guru. Kami juga sedang membuat kajian-kajian, sebentar lagi turun. Kemarin terkait zonasi sudah ke Bupati, dan tinggal tunggu SKnya," jelasnya lagi.

Untuk jumlah SD di Kabupaten Landak saat ini, ada 437 SD Negeri dan 19 SD Swasta, dengan total 456 SD. "Jadi untuk yang zonasi itu, sebelum penerimaan murid baru tahun 2019 ini, SK penempatan guru harus sudah keluar," pungkasnya.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved