Sutarmidji: Harusnya PLN Malu Potensi Penggunaan Energi Listrik Dilirik Malaysia

Wacana pemindahan ibukota negara di Pulau Kalimantan membuat perusahaan listrik asal Malaysia mulai melirik potensi

Sutarmidji: Harusnya PLN Malu Potensi Penggunaan Energi Listrik Dilirik Malaysia
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalbar Sutarmidji 

Sutarmidji: Harusnya  PLN Malu Potensi Penggunaan Energi Listrik Dilirik Malaysia

PONTIANAK - Wacana pemindahan ibukota negara di Pulau Kalimantan membuat perusahaan listrik asal Malaysia mulai melirik potensi untuk menjual atau mengisi kebutuhan energi yaitu kelistrikannya.

Perusahaan listrik asal Negeri Jiran yang melirik potensi kebutuhan energi tersebut adalah Serawak Energy Berhad (SEB).

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyikapi lirikan dari perusahaan Malaysia itu dan memberikan pertanyaan pada PLN sebagai perusahaan negara apakah tidak malu dengan lirikan perusahaan luar terhadap pemenuham energi listrik tersebut.

Selama ini dijelaskannya PLN sudah membeli listrik untuk pasokan di Kalbar dari perusahaan Malaysia juga yaitu, Sarawak Electricity Supply Corporation (SESCO), anak usaha Sarawak Energy Berhad.

Baca: DPMPTSP Sanggau Harap Desa Yang Belum Berlistrik Masuk Dalam RUPTL PT PLN Tahun 2019-2023

Baca: Polisi Rencanakan Patroli di Grup WhatsApp, Menkominfo Jelaskan Cara Kerjanya

Baca: Hadiri Pembukaan Baksos Kesehatan Polda Kalbar, Sutarmidji Imbau Masyarakat Peduli Kesehatan

"Sekarang Kalbar kan sudah beli daya listrik sekitar 200 Mega Watt dari Malaysia, nah kedepannya kalau masih membeli malu atau tidak, kalau saya malu masih membeli seperti itu," ucap Midji saat diwawancarai mengenai mengenai perusahaan Malaysia mulai lirik potensi kebutuhan listrik Pulau Kalimantan, Selasa (18/6/2019).

Menurutnya lebih baik PLN membangun pembangkit listrik sendiri dari pada mebeli dari negara luar.

"Kalau saya malu itu, lebih baik membangun seindiri, biar mahal sedikit tidak apa-apa," tegasnya.

Lanjut disampaikannya saat ini saja Kalbar sebetulnya masih kekurangan energi listrik.
Artinya saat ini PLN tidak mandiri dalam energi.

"Mereka bilang ada suplus sekitar 66 Mega Watt. Kalau saya menganggap tenaga listrik kita di Kalbar ini mines 140 Mega Watt.
Kenapa saya katakan mines, karena Kalbar masih tergantung dengan Malaysia 200 Kwh. Namun saat ada hal-hal yang tidak diinginkan dan diputuskan jaringan maka Kalbar akan gelap," tambahnya.

Saat ini Kalbar belum mandiri energi karena masih mengimpor dari Malaysia, Midji mengharapkan Kalbar mandiri energi.

Sedangkan untuk desa yang belum teraliri listrik menurutnya masih sekitar 400 desa. Tahun ini ada sekitar 60 yang selesai dan tahun depan Pemprov akqn sinergikan dengan PLN guna menyambungkan listik pada desa..

"Kalau hanya pasang tiang, mungkin provinsi bisa 10 desa atau 20 desa. Dari 400an desa yang belum teraliri listrik ada 180an desa tidak mungkin, sebab kondisi geografisnya,"" jelas Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini. .

Maka desa yang tak dapat diakses dengan tiang liatrik tersebut akan menggunakan solar sel.

"Saya berharap lima tahun pemerintahan saya dan Bapak Ria Norsan kalau dapat seluruh desa yang dapat dipasang tiang listrik dapat teraliri listrik dan selesai. Sedangkan solar sel itu harganya sangat mahal,"pungkas Midji.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved