Pemkab Ketapang Kaji Rencana Relokasi Bandara Baru, Anggarkan Rp 1,3 Miliar

“Selesai ekpos ke Kementerian kemarin, tim evaluasinya turun ke Ketapang meninjau lakoasi, hasilnya mereka menyatakan dapat dilanjutkan,"

Pemkab Ketapang Kaji Rencana Relokasi Bandara Baru, Anggarkan Rp 1,3 Miliar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Mobil-mobil berderetan di halaman Bandara Rahadioesman Ketapang, Kamis (13/10). Sejak sepekan terakhir aktifitas bandara Ketapang ini meningkat karena dampak adanya kegiatan SSK di KKU.  

Pemkab Ketapang Kaji Rencana Relokasi Bandara Baru, Anggarkan Rp 1,3 Miliar

KETAPANG - Pasca turunnya tim evaluasi Kementerian Perhubungan RI meninjau lokasi bandara baru pada beberapa waktu lalu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ketapang terus melakukan persiapan untuk pemenuhan keluarnya syarat penetapan izin lokasi bandara.

Kepala Dinas Perhubungan Ketapang, Joko Prastowo mengatakan, saat ini Pemkab sedang melakukan masterplan relokasi bandara.

Hal itu sebagai proses lanjutan dari hasil peninjauan tim evaluasi Kementerian Perhubungan RI ke lokasi bendara beberapa waktu lalu.

“Selesai ekpos ke Kementerian kemarin, tim evaluasinya turun ke Ketapang meninjau lakoasi, hasilnya mereka menyatakan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya,” kata Joko, saat ditemui di kantornya, Selasa (18/06/2019).

Baca: Pemkab Ketapang Gelar Safari Ramadan ke Sungai Melayu Rayak, Wabup Ajak Masyarakat Perbanyak Sedekah

Baca: Sukseskan Pemilu 2019, Pemkab Ketapang Hibahkan 30 Motor Trail Untuk Polres dan Kodim

Lanjutnya, sebagai tindak lanjut atas hasil pengecekan lokasi, tahun 2019 ini Pemkab Ketapang menganggarkan lebih kurang Rp 1,3 Miliar untuk masterplan relokasi bandara, tujuannya sebagai satu diantara syarat mendapatkan penetapan izin lokasi Kementerian.

Dijelaskan Joko, mengacu kepada Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan, untuk mendapatkan izin penetapan lokasi memang harus mengurus administrasi serta kajian teknis. Dan kajian teknis tersebut ada dua item, yakni kajian teknis administrasi dan kajian persiapan pembangunan.

“Kedua hal tersebut pada dasarnya sudah dipenuhi Pemda Ketapang dan sudah dilakukan ekpos ke Kementerian Perhubungan, makanya mereka turun ke lokasi. Namun tahapannya sendiri masih panjang dan perlu waktu, salah satunya proses masterplan tahun 2019 ini,” jelasnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved