Demi Kedaulatan Negara, Hairiah Minta PLN Pentingkan Rakyat Bukan Untung Rugi

Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah mengatakan untuk pelayanan masalah listrik di Kabupaten Sambas Khususnya dan di Indonesia umumnya.

Demi Kedaulatan Negara, Hairiah Minta PLN Pentingkan Rakyat Bukan Untung Rugi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah, Selasa (18/6/2019).   

Demi Kedaulatan Negara, Hairiah Minta PLN Pentingkan Rakyat Bukan Untung Rugi 

SAMBAS - Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah mengatakan untuk pelayanan masalah listrik di Kabupaten Sambas Khususnya dan di Indonesia umumnya.

Seharusnya PT PLN tidak memikirkan masalah untung dan rugi. Ia katakan, karena saat ini listrik sudah menjadi keperluan dasar yang harus di penuhi. 

"Malaysia itu bukan mengincar tapi menawarkan, jadi nantinya tergantung PLN lagi bagaimana pertimbangannya. Dan pengalaman selama ini di beberapa Desa di perbatasan juga di aliri listrik dari Malaysia," ujarnya, Selasa (18/6/2019).

"Inikan ada sebuah kesepakatan yang memang tidak merugikan kedua negara. Dan saat ini kalau kita perlu listrik, dan saling menguntungkan silahkan saja. Dan tergantung pada PLN lagi," sambungnya. 

Baca: Tampil Kece, 6 Artis Yang Sering Menggunakan Jepit Rambut

Baca: VIDEO: Kapolsek Meranti Saat Tembakkan Pistolnya ke Udara

Baca: Penyeludupan Sabu 10 Kgdi Perairan Kalbar Berhasil Digagalkan, Ini Pesan Kapolda Kalbar

Ia menjelaskan, terlebih lagi Sambas sebagai daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga harusnya sudah di berikan fasilitas berupa listrik yang layak. 

Ia menjelaskan, pemberian fasilitas listrik ini bukan hanya sebatas memenuhi kebutuhan masyarakat. Akan tetapi juga berbicara akan masalah kedaulatan sebuah negara

Untuk itu, Hairiah menegaskan jangan sampai PLN hanya berkutat pada masalah untung dan rugi. Akan tetapi lebih kepada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan kepentingan kedaulatan sebuah negara.

"Sebaiknya seluruh fasilitas yang ada di perbatasan ini harusnya di fasilitas oleh negara, karena menyangkut kedaulatan sebuah negara. Jadi jangan hitung untung rugi, tapi tentang sebuah kedaulatan sebuah negara. Salah satunya adalah terpasangnya listrik," jelasnya.

Hairiah menyampaikan, secara umum Sambas dalam kondisi sudah teraliri listrik. Namun demikian, ia tidak menampiknya bahwa masih ada Dusun atau RT yang berada di daerah terpencil yang belum terjamah oleh listrik.

Oleh karenanya, ia berkomunikasi dengan pihak PLN Sambas dan di dapatkan informasi bahwa sudah dimulai proses pembangunan jaringan listrik menuju daerah-daerah pedalaman yang belum terjamah listrik.

"Kalau di Sambas secara umum sudah terpenuhi, tapi memang ada beberapa dusun yang memang belum teraliri listrik. Tapi kemarin saya sudah bertemu dengan PLN kemarin mereka katakan juga sudah dimulai tahapan pembangunan jaringan listrik," bebernya di kantor Bupati Sambas.

Untuk itu ia berharap, kedepan seluruh daerah di Sambas bisa di aliri listrik. Bahkan sampai ke RT terpencil sekalipun, karena itu selaras dengan semangat presiden Jokowi yang ingin membangun mulai dari pinggiran.

"Harapan kita cita-cita Presiden Jokowi untuk membangun dari pinggiran salah satunya adalah tersedianya aliran listrik di wilayah yang seharusnya sudah di aliri listrik," tuturnya.

"Jadi jangan sampai Malaysia menawarkan listrik ke kita karena alasan-alasan tertentu. Kita juga ingin bahwa pemerintah harus bisa memberikan keadilan dan aliran listrik yang sama walaupun berada di RT, Dusun, dan daerah-daerah terpencil lainnya. Agar hak-hak masyarakat di Desa yang terpencil pun sama dengan yang berada di Kota," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved