Atlet Anggar Mempawah Bersiap Ikuti Open Turnamen di Malaysia

IKASI Mempawah bakal mengutus atlet terbaiknya dalam Kejuaraan Malaysia Open Internasional Fencing Championship di Sport Hall Olympic Council Malaysia

Atlet Anggar Mempawah Bersiap Ikuti Open Turnamen di Malaysia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Para Atlet Anggar Mempawah foto bersama 

Atlet Anggar Mempawah Bersiap Ikuti Open Turnamen di Malaysia

MEMPAWAH - IKASI Mempawah bakal mengutus atlet terbaiknya dalam Kejuaraan Malaysia Open Internasional Fencing Championship di Sport Hall Olympic Council Malaysia(OCM) Kuala Lumpur 2-4 Agustus mendatang.

Adapun atlet yang diutus yakni Indah Nur Safari, pada nomor sabel yunior putri , Kemal Naufathala pada nomor sabel yunior putra, M Rifqi Alfikri pada nomor floret kadet putra, M Iqbal Fahlevy pada nomor degen senior putra didampingi Verdiana Rihandini dan Sunardi selaku pelatih.

"Open turnamen anggar di Kualalumpur, sepanjang yang selalu kami ikuti, diikuti oleh atlet dari negara-negara Asia Tenggara dan Asia, sehingga cukup berkualitas sebagai ajang uji tanding untuk kemajuan prestasi atlet," kata Sunardi Selasa (18/6/2019).

Baca: TERPOPULER- Mahasiswi UNS Asal Kalbar Tewas, Sindikat Narkotika Jalur Laut, hingga Ibukota Indonesia

Baca: IPM Kalbar Tertinggal, Sutarmidji Gandeng Polda dan Kodam Perbaikinya

Baca: Sandiaga Uno Sampaikan Salam untuk Mpok Nur saat Buka Puasa Sunnah, Jomblo Nih Saya

Dalam sejarahnya untuk atlet Kalbar pernah terjadi di MOIFC tahun 2016, Verdiana Rihandini meraih medali emas, sementara sang Adik Listiya Anggarini meraih medali perunggu floret putri.
Untuk mengulangi prestasi tersebut para atlet kembali menjalani latihan keras selama lima hari di Pusdiklat anggar Mempawah.

"Selain mereka berlatih dengan tingkat kedisiplinan pribadi yang tinggi, mereka harus melakukan uji tanding dengan mengikuti event event kejuaraan terbuka," ujarnya

Sebab lanjutnya sang juara, tidak muncul dengan tiba-tiba. Sang juara, pasti melalui pembinaan sejak usia belia. Dibalik sang juara, tentu ada pelatih atau pembina yang bekerja dengan ikhlas,untuk melahirkan atlet berprestasi, demi kejayaan Kabupatennya, Provinsinya, bangsa dan Negara.

"Kalimat yang pernah ditegaskan bapak Adhyaksa Daud, semasa beliau menjabat Menpora RI yang memacu saya, untuk bekerja dengan ikhlas, membentuk prestasi Atlet binaan saya di Pusdiklat Anggar Mempawah, walau tentu menyita pemikiran, tenaga, waktu dan dana yang ada pada saya, "pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved