Wulan Sambut Rencana Pemberian Beasiswa Kepada SMA/SMK Swasta di Kalbar

Sebagai alumni SMA Swasta Wulan menanggapi terkait rencana bantuan beasiswa untuk sekolah swasta yang akan diberikan oleh Pemerintah Provinsi

Wulan Sambut Rencana Pemberian Beasiswa Kepada SMA/SMK Swasta di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
alumni SMA Swasta Wulan 

Wulan Sambut Rencana Pemberian Beasiswa Kepada SMA/SMK Swasta di Kalbar

PONTIANAK - Wulan baru saja menyelesaikan sekolahnya ditingkat SMA Swasta Di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak.

Sebagai alumni SMA Swasta Wulan menanggapi terkait rencana bantuan beasiswa untuk sekolah swasta yang akan diberikan oleh Pemerintah Provinsi pada tahun ajaran tahun ini.

Menurutnya sendiri beasiswa ini memang bagus dan tepat sekali untuk membantu siswa-siswa yang kurang mampu terutama untuk siswa yang bersekolah di SMA /SMK swasta.

Hal ini sangat membantu perekonomian orang tua siswa dalam menyekolahkan anak-anaknya di sekolah swasta.

Baca: 10 Ribu Siswa SMA/SMK Swasta di Kalbar Akan Diberikan Beasiswa, Ini Tanggapan Imam Habib Ramadhanu

Baca: Tanggapan Dr Aswandi Terkait Bantuan Beasiswa Dari Pemprov Untuk 10 Ribu Siswa SMA/SMK se-Kalbar

Baca: Pemprov Siapkan Total Rp 6 Miliar Beasiswa Untuk 10 Ribu Siswa SMA/SMK Swasta Kalbar

Seperti pada saat ini untuk siswa lulusan SMP yang mendaftar SMA Negeri menggunakan sistem zonasi. Artinya, anak itu tidak cenderung diliat dari NIM-nya.

Akibatnya banyak yang menyalahgunaan sistem zonasi tersebut. Salah satunya anak yang tinggal dekat dengan sekolah SMA negeri favorit yang mempunyai nim rendah dan terbilang mampu dalam ekonominya bisa masuk di SMA tersebut. Sedangkan yang nimnya tinggi tapi jauh dari SMA tersebut tidak bisa sekolah di SMA negeri favorit.

"Ujung-ujungnya anak yang nimnya tinggi itu terpaksa dilarikan ke swasta, dan belum tentu ekonominya cukup untuk biaya sekolah dan kehidupan lainnya," ujarnya kepada Tribun Pontianak, minggu (16/6/2019).

Maka dari itu, perlu ketelitian dalam pemilihan beasiswa untuj siswa-siswa yang kurang mampu ini khususnya di sekolah-sekolah daerah.

Ia mengatakan iswa-siswa yang bersekolah swasta di daerah tersebut dominan pekerjaan orang tua mereka adalah buruh. Gaji buruh bisa dibilang cukup untuk kehidupan sehari hari, tapi jika anak bersekolah di swasta dan biaya yang harus dibayar per bulannya itu cukup besar, akan jadi tanggungan besar bagi orang tua dan akan menjadi beban dan pikiran juga.

"Untuk harapan kedepannya, tentunya saya sebagai alumni dari sekolah swasta sangat merespon baik adanya beasiswa ini. Karena, beasiswa ini memang sangat dibutuhkan untuk anak yang kurang mampu dan beban org tua pun menjadi ringan dan anak pun bisa bersekolah dengan tenang tanpa memikirkan biaya yang harus dikeluarkan oleh org tua untuk membayar biaya sekolah," terangnyam

Ia juga berharap beasiswa ini diterima oleh anak-anak yang benar-benar tepat dan membutuhkan beasiswa ini. Walaupun hanya 10 ribu anak. Pihak sekolah bisa memilih benar-benar anak tersebut agar nantinya tidak ada kecurangan yang terjadi dan ia sangat berharap di tahun berikutnya, untuk kuotanya bisa bertambah.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved