Sebagai Bentuk Rasa Syukur, Masyarakat Gelar Gawai Dayak Nibakng

Gawai Dayak Nibakng kata yang sebenarnya untuk menyebutkan gawai dayak Nyobekng yang dilaksanakan di Dusun Hulu Buei, Desa Sebujit

Sebagai Bentuk Rasa Syukur, Masyarakat Gelar Gawai Dayak Nibakng
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dede Anisa bersama Petinggi Adat Desa Sebujit 

Citizen Reporter
IT PDKB
Krisantus

Sebagai Bentuk Rasa Syukur, Masyarakat Gelar Gawai Dayak Nibakng

PONTIANAK Gawai Dayak Nibakng kata yang sebenarnya untuk menyebutkan gawai dayak Nyobekng yang dilaksanakan di Dusun Hulu Buei, Desa Sebujit, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Sabtu (15/06/2019) lalu.

Kegiatan ini merupakan bentuk ucapan syukur masyarakat kepada Yang Maha Kuasa atas Berkat dan Rahmat yang berlimpah.

Pendiri Matu'ano Borneo Traveling, Dede Anisa menjelaskan tentang Gawai Dayak Nibakng tersebut merupakan ritual adat untuk berterimakasih kepada sang Pencipta atas hasil panen ataupun ladang dari masyarakat setempat. Ritual adat ini juga sebagai wadah berkumpulnya Kembali sanak saudara yang sudah meninggalkan kampung halaman utama bekerja atau menetap di daerah lain.

"Gawai Dayak Nibakng yang diadakan di Desa Sebujit adalah ritual terimakasih atas panen padi atau ladang, dan juga cuci tengkorak. Tujuan mengucapkan terimakasih kepada leluhur, Jubata, Tuhan," jelasnya.

Baca: Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Kasi Humas Sambangi Warga

Baca: VIDEO: Kepala BKKBN Kalbar Berikan Penjelasan Kenapa Masih Terjadi Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Baca: YNCI Pontianak Chapter Borong Juara Modifikasi Custom Maxi

Anisa juga menjelaskan bahwa dahulu ritual adat Nibakng ini hanya diikuti oleh warga Desa Sebujit saja, tetapi seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi informasi, masyarakat luar mulai mengenal ritual adat istiadat ini. Sehingga sekarang tidak hanya diikuti oleh masyarakat setempat tetapi juga dihadiri oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Dulu sebenarnya hanya untuk suku Dayak bidayu, tetapi karena dengan kemajuan jaman, kunjungan dan terekspos media. Beberapa tahun juga sudah ada campur tangan dari dinas pariwisata, sehingga semakin banyak orang yang mengenal adat istiadat ini," ujarnya.

Untuk Ritual Gawai Dayak ini dilaksanakan setiap Tahun nya yaitu setiap tanggal 15 Juni dengan jarak tempuh diperkirakan 8 jam dari Ibu Kota Kalimantan Barat ke Sebujit, kabupaten Bengkayang, dan untuk insfratruktur pun sudah mengalami pembaikan tidak seperti tahun-tahun sebelum nya dimana dulu hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua, sekarang sudah bisa menggunakan kendaraan roda empat.

Caption: Dede Anisa bersama Petinggi Adat Desa Sebujit

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved