Media Malaysia Sebut-sebut Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Barat

Kantor Berita Nasional Malaysia, Bernama melalui laman bernama.com memuat artikel tentang kemungkinan tersebut.

Media Malaysia Sebut-sebut Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Barat
Sekretariat Presiden
Presiden RI Joko Widodo saat tiba di Palangkaraya Kalteng dalam rangka tinjau lokasi calon ibu kota Negara beberapa waktu lalu. 

Dikutip dari Bernama.com, Pemerintah Sarawak melalui perusahaan listrik milik negara, Sarawak Energy Bhd (SEB) sedang mengincar potensi penjualan listrik tambahan ke Indonesia.

Hal ini mengikuti laporan terbaru bahwa ibukota Indonesia mungkin akan dialihkan ke Kalimantan Barat dari Jakarta dalam waktu dekat.

Kepala Menteri Datuk Patinggi Abang Johari Tun Openg mengatakan negara saat ini sedang mengembangkan prakarsa Borneo Grid dengan interkoneksi pertama ke Kalimantan Barat yang telah didirikan.

"Dengan keahlian dan keterampilan teknik SEB, potensi ada di sana dan kami dapat bekerja dengan Indonesia," kata Datuk Patinggi Abang Johari Tun Openg dikutip dari situs Kantor Berita Nasional Malaysia saat perayaan SEB Gawai Raya untuk staf dan pemangku kepentingan yang berbasis di Kuching, Senin (17/06/2019). 

Datuk Patinggi Abang Johari Tun Open juga mengatakan SEB berada di tengah-tengah negosiasi dengan Sabah dan Brunei tetangga untuk perjanjian pertukaran kekuasaan lebih lanjut.

Baca: Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Alternatif Ibu Kota Negara di Kalimantan Tengah

Baca: Presiden Joko Widodo Cek Kelayakan Calon Ibu Kota Negara di Kaltim

Dari anggaran negara tahun ini sebesar RM 11,9 miliar, Abang Johari mengatakan sekitar RM 2,7 miliar direncanakan untuk pembangunan pedesaan yang akan dilakukan oleh SEB di bawah proyek elektrifikasi pedesaan.

Saat ini, kata Abang Johari, Sarawak adalah produsen terbesar dalam hal energi bersih yang dimanfaatkan dari bendungan hidroelektriknya, termasuk bendungan Bakun.

Menurut Abang Johari, Sarawak memiliki semua bahan untuk menjadi pembangkit tenaga listrik regional dan karenanya, SEB dapat mengeksplorasi produk-produk baru seperti hidrogen dan oksigen untuk dipasarkan di luar negeri untuk meningkatkan pendapatan negara.

Sementara itu, ketua SEB Datuk Amar Abdul Hamed Sepawi mengatakan cakupan listrik domestik negara saat ini adalah 97 persen.

"Atau tujuannya adalah untuk meningkatkan 99 persen Sarawak pada tahun 2020 menuju elektrifikasi penuh pada tahun 2025," tambahnya.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved