Manfaatkan Lingkungan, Desa Tanjung Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar

Desa Tanjung Kecamatan Sekadau Hilir berada di antara sungai Kapuas dan Sungai Sekadau, kondisi ini dimanfaatkan warganya

Manfaatkan Lingkungan, Desa Tanjung Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRY JULIANSYAH
Satu diantara keramba ikan yang berada di Desa Tanjung Kecamatan Sekadau Hilir yang dikelola oleh karang taruna setempat. 

Manfaatkan Lingkungan, Desa Tanjung Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar

SEKADAU - Desa Tanjung Kecamatan Sekadau Hilir berada di antara sungai Kapuas dan Sungai Sekadau, kondisi ini dimanfaatkan warganya untuk membudidayakan ikan

Pembina Kelompok Perikanan Desa Tanjung, Syamsudin mengatakan, setidaknya ada delapan keramba untuk budidaya ikan

"Kita budidaya ikan nila, ikan bawal dan ikan tengadak, kalau ikan nila sekitar umur 4 bulan sudah bisa panen kalau ikan bawal umur 6 bulan bisa panen dan kalau ikan tengadak agak lama umur panennya sampai sekitar 2 tahun baru bisa panen yang beratnya mencapai 10 kg," ujarnya. 

Baca: Cegah Potensi Ancaman, Tim Hukum Prabowo Ajukan Perlindungan Saksi ke MK

Baca: TERUNGKAP! Pengakuan 7 Warga China Sindikat Kawin Kontrak, Ungkap Niat Datang ke Pontianak

Baca: DPRD Mempawah Imbau Masyarakat Patuhi Kewajiban Bayar Air PDAM

Syamsudin yang juga kepala desa Tabung ini mengatakan usaha budidaya ikan keramba dikelola oleh sejumlah pemuda yang tergabung dalam kelompok Karang Taruna Desa Tanjung. Dimana diakuinya pihak desa ikut mendorong dengan bantuan keramba, sementara hasil panen diakuinya dipasarkan untuk masyarakat Sekadau

"Permintaan itu sendiri tidak sekaligus dan permintaan itu biasanya sebanyak 10 sampai 20 kg per hari dan permintaan itu tetap kita penuhi. Produksi ikan dalam satu keramba bisa mencapai 200 kilogram," katanya  

Selain itu, kata dia, produksi ikan keramba tersebut juga memenuhi pesanan usaha katering. Sejauh ini diakuinya tak ada kendala bearti dalam budidaya ikan tersebut hanya saja, kata dia, yang menjadi kendala pihaknya belum bisa memproduksi pakan sendiri. 

"Pakan ikan keramba masih mengandalkan pakan yang dijual dipasar,  kita Gunkana jenis hoprifit yang saat ini sudah mengalami kenaikan harga 20 hingga 30 ribu rupiah," katanya  

Namun untuk pakan pihaknya juga mengunakan pakan alami untuk budidaya ikan tersebut. Karena menurutnya jika ikan tidak diberi makan sesuai jadwal akan mempengaruhi waktu panen. 

"Pakan yang dipakai adalah jenis pakan hiprofit dan lagi selain pakai hiprofit juga dipakai pakan alami yaitu daun ubi dan kangkung cuma kalau tidak dicampur pakai pakan hiprofit pertumbuhannya agak lambat. Kalau kita target 4 bulan panen maka makanya harus teratur yaitu pagi, siang dan sore. Jika tertunda salah satunya misalnya waktu pagi terlewat maka target 4 bulan tidak bisa dicapai," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved