Imigrasi Temukan Warga Kapuas Hulu Nikah Siri dengan Warga Malaysia, Modal Visa Kunjungan

Angga menyatakan kalau pihaknya mencatat ada empat warga negara asing (WNA) Malaysia melakukan nikah secara siri di Kecamatan Badau

Imigrasi Temukan Warga Kapuas Hulu Nikah Siri dengan Warga Malaysia, Modal Visa Kunjungan
Kompas.com
Ilustrasi Nikah Siri 

Imigrasi Temukan Warga Kapuas Hulu Nikah Siri dengan Warga Malaysia, Modal Visa Kunjungan

KAPUAS HULU - Kasubsi Teknologi informasi, Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Angga menyatakan kalau pihaknya mencatat ada empat warga negara asing (WNA) Malaysia melakukan nikah secara siri di Kecamatan Badau wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia Kabupaten Kapuas Hulu.

"Mereka (WNA) menikah tidak memiliki izin negara atau illegal dan tinggal hanya menggunakan visa berkunjung. Mereka adalah Yuyung Tien alias Apek (Sarawak-Malaysia) menikah dengan Domitila Siti merupakan warga Kecamatan Badau," ujarnya kepada wartawan, Senin (17/6/2019).

Terus jelas Angga yaitu, Wong Siong Ho alias Aho (Sibu-Malaysia) menikah dengan Asnah juga warga Kecamatan Badau. Kemudian, Tang Kie Hing alias Apoy, (Malaysia) menikah dengan Mamik Kusmiyati, warga Kecamatan Badau.

Baca: Prediksi Persib Bandung Vs Tira Persikabo Shopee Liga 1 2019 Live Streaming Indosiar Jam 18.30 WIB

Baca: BTS Kembali Memenangkan Penghargaan Phenom Global ARDY 2019

Baca: Lepas Kontingen POPDA, Karolin Berharap Atlit Bawa Nama Baik Landak

"Sementara ke empat WNA tersebut yaitu Saw Hock Seng alias Assu dan sudah meninggal dunia, namun sempat menikah dengan Sani juga warga Badau. Pastinya, Kami sudah memanggil orang asing itu agar melaporkan perkawinan ke Dukcapil," ucapnya.

Menurutnya, mengapa harus melaporkan perkawinan ke Dukcapil agar tercatat dalam kedudukan negara, sehingga bisa keluar izin tinggal dari imigrasi.

"Tapi disayangkan, sampai saat ini mereka itu tidak bisa menunjukkan dokumen pernikahan secara Dukcapil," ujarnya.

Dalam hal tersebut, jelas Angga pihaknya terus memantau pergerakan dan aktivitas orang asing terutama yang sudah menikah secara ada di daerah perbatasan.

"Kesulitan kita, orang asing itu hanya menggunakan visa kunjungan, dan tidak menetap karena memang jarak Malaysia dan Kecamatan Badau sangat dekat," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved