H Nuriahman: Apakah Hari Lebaran Masih Kurang?

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya jarang terjadi bahkan tidak pernah terjadi liburan dan cuti lebran sepanjang itu.

H Nuriahman: Apakah Hari Lebaran Masih Kurang?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Fakultas Syari'ah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, H Nuriahman, SE, M.Ag 

H Nuriahman: Apakah Hari Lebaran Masih Kurang?

PONTIANAK - Pemerintah memberikan cuti bersama Idul Fitri 1440 H/2019 selama tiga hari mulai Senin, (3-7/6/2019).

Terkait hal itu, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Fakultas Syari'ah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, H Nuriahman, SE, M.Ag, mengutip sebuah hadis.

Hadis tersebut adalah dari ‘Abbas bin Sahl bin Sa’ad, yang berkata, “Saya pernah mendengar Ibnu Zubair dalam khutbahnya di atas mimbar di Mekah berkata. Wahai manusia! Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sungguh, seandainya anak Adam diberikan satu lembah yang penuh dengan emas, pasti dia akan ingin memiliki lembah yang kedua, dan jika seandainya dia sudah diberikan yang kedua, pasti dia ingin mempunyai yang ketiga. Tidak ada yang dapat menutup perut anak Adam kecuali tanah, dan Allâh Subhanahu wa Ta’ala menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat,".

Jika dijumlahkan sejak hari Sabtu maka secara keseluruhan masa libur untuk menikmati lebaran tahun ini selama 9 hari.  Jika dihitung sejak 1 Juni kemarin.

Baca: Fakultas Syariah IAIN Pontianak Adakan Pembekalan dan Penyerahan Peserta PPL Ahwal Syakhsiyyah

Baca: Kampus IAIN Pontianak Targetkan Penerimaan Baru Capai 2000 Mahasiswa

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya jarang terjadi bahkan tidak pernah terjadi liburan dan cuti lebran sepanjang itu.

Namun ketika mendengar siaran di televisi, membaca di surat kabar dan alat elektronik lainnya masih banyak didengar para karyawan baik swasta maupun pegawai pemerintah yang masih dalam perjalan bahkan belum pulang dari mudik lebaran.

"Apakah waktu cuti masih relative kurang waktunya atau yang bersangkutan belum mampu mengatur waktu yang efektif sehingga antara keinginan dan kewajibannya tidak seimbang," ujarnya, Senin (17/6/2019).

Transportasi yang padat, belum dapat tiket, belum selesai berkunjung kepada sanak keluarga, dan sebagainya sering menjadi alasan pembenaran agar pimpinan dapat memaklumi keterlambatannya untuk masuk kerja.

"Sesungguhnya alasan-alasan tersebut dapat diantisipasi jika memang sudah memiliki perencanaan dan manajerial waktu yang baik. Akibatnya tidak jarang mendapat teguran baik lisan maupun tulisan yang berdampak pada kinerjanya," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved