Fitri Sumartini: Setiap Guru Pasti Ingin jadi Guru Profesional

Sslain dirinya juga ada perwakilan lain dari Kapuas Hulu yang mengkuti pemilihan dibidang lainnya.

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Fitri Sumartini, satu di antara peserta pemilihan guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat provinsi Kalimantan Barat tahun 2019 saat diwawancara Tribun Pontianak usai mengikuti acara pembukaan pemilihan guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat provinsi Kalimantan Barat tahun 2019 di hotel Kapuas Palace, Pontianak, Senin (17/6/2019) pukul 16.00 WIB. Fitri Sumartini adalah guru kelas SDLB ketunaan autis di SLB Negeri Kedamin Hilir, kabupaten Kapuas Hulu. 

Fitri Sumartini:  Setiap Guru Pasti Ingin jadi Guru Profesional

PONTIANAK - Fitri Sumartini (35) satu di antara peserta yang ikut dalam pemilihan guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat provinsi Kalimantan Barat tahun 2019.

Acara dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji di hotel Kapuas Palace, Pontianak, Senin (17/6/2019).

Fitri Sumartini adalah guru kelas SD Luar Biasa (LB) Ketunaan Autis di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kedamin Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.

Fitri sudah menyiapakan Fortopolio, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), persiapan fisik, dan power point yang akan ditampilkan.

Sslain dirinya juga ada perwakilan lain dari Kapuas Hulu yang mengkuti pemilihan dibidang lainnya.

Baca: Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Kalbar, Sutarmidji Kecewa Kayong Utara Tak Kirim Utusan

Baca: Benarkan Penangkapan 4 ABK, Kapolres: Pengejaran Kapal Nelayan dari Perairan Singkawang

Kalau untuk SLB dipilih langsung dari provinsi. Namun yang SD, SMP, masing-masing dari kabupaten dan ada seleksi dan bimbingannya.

"Kalau kami langsung dipilih dari sekolah. Informasi dari MKKS yang disampaikan langsung kepada kepala sekolah dan kepala sekolah menunjuk langsung perwakilan dari sekolah kalau untuk yang SLB PKLK," ujarnya.

Ia sudah mengajar dari tahun 2010 sampai sekarang statusnya belum menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) .

Namun ia selalu mendapat dukungan dari keluarga dan pihak sekolah walaupun ia belum berstatus PNS ia tetap semangat menjadi guru.

Selama ini yang ia lakukan dalam mengajar adalah sabar dalam menghadapi anak-anak yang berkebutuhan khusus, dengan harapan mereka bisa mandiri dan bisa berhasil.

"Walaupun sangat susah tapi saya yakin mereka bisa. Karena rata-rata anak kita mempunyai prestasi dan saya pernah 3 kali membawa murid saya ikut lomba ke tingkat nasional," ujarnya.

Hal yang terpenting adalah sabar menghadi anak-anak.

Baca: BREAKING NEWS - Tim Gabungan Ungkap Sindikat Narkotika Jalur Laut

Baca: Di TVOne, Mahfud MD Blak-blakan Ungkap Cara Buktikan Gugatan Bersifat Kualitatif & Kuantitatif di MK

"Harapan saya pribadi, pasti setiap guru ingin jadi guru profesional dan dicintai oleh siswanya. Semoga siswa yang di ajar saya walaupun anak berkebutuhan khusus (ABK) bisa menjadi anak yang mandiri dan bermanfaat bagi keluarga maupun bangsa ini," pungkasnya.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved