Belasan Komplotan Begal Sadis Ditangkap Polisi, 4 Orang masih Bawah Umur

Namun, empat pelaku begal yang masih berusia di bawah umur, kata Indratmoko akan ditangani secara khusus.

Belasan Komplotan Begal Sadis Ditangkap Polisi, 4 Orang masih Bawah Umur
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi. 

MAKASSAR -Sebanyak  11 orang komplotan begal sadis antar wilayah yang kerap beraksi di wilayah Makassar hingga Kabupaten Maros, Sulawesi SelatanTim unit Kejatahan dan Kekerasan (Jatanras) berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar.  4 dari 11 pelaku begal sadis ini masih anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, komplotan ini diotaki Rahmat alias Enal (27) warga BTN Mangga Tiga, Kecamatan Biringkanaya. Lalu joki dan eksekutor lainnya berinisia MNH (17), N (17), TW (18), AR (16).

Sementara 6 penadah yang turut diamankan ialah Kahar (24), Abidin (34), Aminuddin (29), Rahman (38), Andi Jamal (20), serta Fadil (21).

Baca: 14 Kambing Mati Terbakar, Iyus Rugi Puluhan Juta

Baca: 3 Alasan Sulit untuk Meninggalkan Hubungan yang Tidak Sehat

"Mereka ini sudah beraksi sejak bulan Desember 2018 lalu hingga bulan April 2019. Ada total 24 TKP mereka lakukan pencurian dengan kekerasan (curas)," ujar Indratmoko dalam konferensi persnya di Aula Polrestabes Makassar, Senin (17/6/2019.)

Indratmoko mengatakan, sang otak begal, Enal tak segan-segan menyakiti korbannya jika saat merampas barang, orang yang dijambretnya itu melawan.

Dengan bermodalkan parang berukuran panjang, ia menakut-nakuti korbannya. Salah satu korbannya ialah seorang ibu yang mengalami patah tulang kaki karena terjatuh dari motor saat Enal bersama rekannya yang masih di bawah umur itu menarik tasnya di sekitar Kecamatan Mandai, Maros, beberapa waktu lalu.

"Korban patah kaki, seorang IRT. TKP-nya di Mandai, masuk wilayah Kabupaten Maros. Korban tersebut ketika kejadian itu melakukan perlawanan sehingga terjatuh. Kejadiannya malam, sasarannya handphone sama tas," jelasnya.

Sebelum Beraksi Lebih lanjut Indratmoko menambahkan, mayoritas komplotan begal ini merampas handphone korbannya.

Namun tidak jarang mereka mengambil uang korban serta barang berharga lainnya. Saat penangkapan pada Minggu (16/5/2019), kaki kanan Rahmat ditembak oleh polisi lantaran hendak melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas.

Rahmat beserta empat anak buahnya yang masih di bawah umur dikenakan pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Baca: Benarkah Setiap Manusia Miliki Kanker di Dalam Tubuhnya!

Sementara enam penadah barang curian Rahmat dkk dikenakan pasal 480 KUHP dengan hukuman 4 tahun penjara.

Namun, empat pelaku begal yang masih berusia di bawah umur, kata Indratmoko akan ditangani secara khusus.

"Karena terkait sistem peradilan anak, kita masih memperlakukan anak sebagaimana ketentuan yang diatur oleh undang-undang, sehingga perlu perlakuan khusus," ujar Indratmoko merujuk pada tersangka begal yang masih di bawah umur.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Tangkap 11 Komplotan Begal Sadis di Makassar, 4 di Bawah Umur"

Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved