Breaking News:

3 Bulan Petani Plasma tidak Digaji, Segel Kantor PT PI

Kedatangan petani plasma diterima oleh Manager PT PI Ahmad Putra bersama kerani dan staf perusahaan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFONS PARDOSI
PT PI yang merupakan anak perusahaan Wilmar Group disegel, Senin (17/6/2019). 

3 Bulan Petani Plasma tidak Digaji, Segel Kantor PT PI  

LANDAK - Puluhan petani plasma PT Putra Indotrovikal (PI) anak perusahaan Wilmar Group, memagar kantor perusahaan yang berada di Desa Sei Keli, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Senin (17/6/2019).

Pemagaran atau penyegelan yang dilakukan tersebut, disertakan juga dengan ritual adat. Masyarakat petani plasma yang hadir pada saat itu berasal dari Desa Mungguk, Desa Sungai Kelik, dan Desa Rasan.

Kedatangan petani plasma diterima oleh Manager PT PI Ahmad Putra bersama kerani dan staf perusahaan.

Dalam kesempatan itu, aspirasi disampaikan oleh Koordinator Lapangan (Koorlap), yakni Muin dan Rahmat selaku Ketua Petani Sawit.

Baca: Lepas Kontingen POPDA, Karolin Berharap Atlit Bawa Nama Baik Landak

Baca: VIDEO: Gelar Halal Bihalal dan Open House, Bupati Sintang Undang Masyarakat Datang

Dimana medatangan petani menemui pihak perusahaan, untuk menuntut hak gaji selama tiga bulan dan SHU. Serta meminta dikembalikan plasma yang menjadi hak masyarakat selama ini, yang dikelola oleh koperasi dan perusahaan.

Karena selama tiga bulan ini belum dibayar, dan belum digaji. Serta kebun yang dikelola perusahaan tidak terurus dan tidak dipanen oleh perusahaan. Sehingga buah sawit sampai busuk dan restan di pohon.

"Karena sampai saat ini pihak perusahaan belum ada realisasinya, yakni pembayaran gaji plasma dan meminta lahan kami dikembalikan. Maka kami memagar atau menyegel kantor ini dengan adat," jelas Rahmad.

Dijelaskannya, segel kantor akan dibuka sampai perusahaan mengeluarkan keputusan. "Kami dari petani plasma memberikan waktu tiga hari, dan kalau belum ada keputusan dari perusahaan maka kami akan memanen plasma masing-masing," tegasnya.

Sementara itu, Manager PT PI Ahmad Putra yang hadir saat itu tidak bisa mengeluarkan satu kata pun, bahkan enggan memberikan komentar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved