Perlombaan Panjat Pinang Terbalik Meriahkan Gawai Dayak Desa Sebujit Bengkayang

Ketua Adat Sebujit, Amin, menjelaskan dalam perlombaan panjang pinang terbalik tersebut pesertanya bebas dari daerah manapun

Perlombaan Panjat Pinang Terbalik Meriahkan Gawai Dayak Desa Sebujit Bengkayang
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Peserta lomba panjat pinang terbalik di desa Sebujit, Bengkayang, beberapa waktu lalu 

Perlombaan Panjat Pinang Terbalik Meriahkan Gawai Dayak Desa Sebujit Bengkayang

Citizen reporter
Krisantus
IT PDKB

PONTIANAK - Perlombaan panjat pinang terbalik adalah satu di antara agenda dalam perayaan Gawai Dayak yang berlangsung di Dusun Hulu Buei, Desa Sebujit, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 15 Juni 2019.

Ketua Adat Sebujit, Amin, menjelaskan dalam perlombaan panjang pinang terbalik tersebut pesertanya bebas dari daerah manapun, asalkan menggunakan busana adat Dayak.

Untuk usia juga tidak dibatasi, peserta bisa dari usia berapa saja, baik anak-anak hingga dewasa diperbolehkan untuk unjuk kemampuan dalam perlombaan tersebut.

Baca: VIDEO: Keseruan Perlombaan Panjat Pinang Terbalik di Desa Sebujit , Bengkayang

Baca: Polres Bengkayang Amankan Pria Sepuh 51 Tahun, Diduga Jual Togel

"Dari mana pun boleh ikut, asalkan pakai baju adat, dan yang hanya makai baju adat itu orang-orang sebujit. Anak-anak, dewasa hingga orang tua yg ingin menunjukan kemampuan nya. Peserta per orangan, tidak dibatasi, hadiahnya Rp 200 ribu dan tas jinjing 1 ," jelasnya.

Sejatinya perlombaan panjat pinang ini merupakan rasa syukur masyarakat jaman dahulu karena sudah sembuh dari sakit yang diderita.

Sehingga diadakan lah panjat pinang terbalik tersebut. Untuk batang yang digunakan adalah batang bambu yang besar, dan hanya menggunakan batang bambu.  (*/Marpina Wulan)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved