JaDI Kalbar Nilai Laporan ke Bawaslu Pasca Pemilu Minim

Ketua Presedium JaDI Kalbar, Umi Rifdiawaty menilai jika jumlah laporan yang diterima Bawaslu Kalbar sangat minim

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Maskartini
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Ketua Presedium JaDI Kalbar, Umi Rifdiawaty 

JaDI Kalbar Nilai Laporan ke Bawaslu Pasca Pemilu Minim

News Analysis Ketua Presedium JaDI Kalbar, Umi Rifdiawaty

PONTIANAK - Ketua Presedium JaDI Kalbar, Umi Rifdiawaty menilai jika jumlah laporan yang diterima Bawaslu Kalbar sangat minim.

Berikut analisanya.

Dalam memproses dugaan pelanggaran Pemilu, Bawaslu ada dua mekanisme yaitu melalui Laporan dan/atau Temuan. Jadi lima kasus yang ada tersebut lah yang merupakan laporan dan/atau temuan bawaslu, dari kelima kasus tersebut mana yang merupakan laporan dan/atau temuan.

Terhadap lima kasus ini kan yang ditangani oleh bawaslu provinsi, bisa jadi di level bawaslu kabupaten/kota juga ada kasus yang ditangani baik itu berupa laporan dari masyarakat ataupun temuan bawaslu, saya juga tidak tahu pasti berapa jumlah keseluruhan kasus yang ditangani oleh Bawaslu se kalbar dalam pemilu 2019. Kembali ke bawaslu provinsi, terkait adanya lima kasus yang ditangani bawaslu kami menganggapnya jumlah ini sangat minim.

Baca: RAMALAN ZODIAK Kesehatan Minggu 16 Juni 2019, Aquarius Alami Peningkatan Perspektif, Leo Sensitif

Baca: TERPOPULER - Jadwal Copa America 2019, Citra Monica Angkat Suara, hingga Unggahan Lisa BLACKPINK

Baca: Tahukah Kamu? Ada 6 Kecamatan di Kapuas Hulu Berbatasan dengan Malaysia  

Indikasi ini ada beberapa kemungkinan, dari sisi positifnya pertama bahwa peserta pemilu sudah memepunyai kesadaran yang baik untuk patuh dan taat terhadap regulasi pemilu, kedua Bawaslu telah berhasil melakukan pencegahan dalam pengawasannya selama masa pemilu.

Atau bisa juga kemungkinan adanya keengganan dari peserta pemilu atau masyarakat untuk melaporkan atau kurang maksimalnya bawaslu dalam melakukan proses pengawasannya, semua ini tentu harus dilakukan penelitian lebih lanjut.

Tapi apapun itu tentu kita harus hargai kerja kerja kepemiluan yang telah dilakukan oleh penyelenggara pemilu di Kalimantan Barat karena pemilu 2019 telah dilaksanakan dengan lancar di Kalbar.

Kedepan kami menyarankan ada baiknya Bawaslu lebih terbuka dalam melakukan proses penanganan sengketa atau persidangan terkait kasus dugaan pelanggaran yang ditangani dengan mengumumkan secara terbuka agar masyarakat bisa mengikuti perkembangan agenda dan progres penanganan perkara atau persidangan yang dilakukan, misalnya dengan mengumumkannya di website yang dimiliki Bawaslu.

Dan tentu kita berharap Bawaslu semakin profesional dengan memastikan bahwa pemilahan kasus yang ditangani sudah sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang ada.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved