Herzaky Pastikan Demokrat Bukan Partai Keluarga Walau Dorongan KLB Agar AHY Memimpin

Herzaky M Putra menegaskan jika Demokrat bukanlah partai keluarga, walau misalnya kedepan AHY menggantikan posisi SBY.

Herzaky Pastikan Demokrat Bukan Partai Keluarga Walau Dorongan KLB Agar AHY Memimpin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Herzaky M Putra 

Herzaky Pastikan Demokrat Bukan Partai Keluarga Walau Dorongan KLB Agar AHY Memimpin

PONTIANAK - Deputi Kogasma Partai Demokrat, Herzaky M Putra menegaskan jika Demokrat tetap solid dan bukan partai 'keluarga' menyusul banyak yang menginginkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggantikan sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kalau terkait KLB Demokrat tetap solid, tapi kalau misalnya ada yang bilang ini itu, itu namanya kader, mereka melakukan semua itu apapun komentarnya yang disampaikan lebih kepada kecintaanya pada Partai Demokrat dan Pak SBY, karena menunjukan kepedulian, kalau saya lihat benang merahnya ingin ada perbaikan aja sebenarnya, tetapi tidak perlu dipusingkan karena Demokrat partai yang sangat solid," katanya, Minggu (16/06/2019).

Herzaky pun mengatakan, jika SBY sosok yang sangat demokratis, masukan apapun dari kader akan didengarkan, sesuai dengan nama Partai Demokat, mengedepankan Demokrasi.

Walaupun memang petinggi partai yang mengusulkan KLB tidak secara langsung menyampaikan ke internal.

Baca: Inilah 7 Kecamatan Rawan Banjir di Sekadau

Baca: Sintang Ajukan Formasi Kebutuhan CPNS 2019, Palentinus: BKPSDM Tunggu Instruksi Pusat

"Ya mungkin misalnya salurannya disampaikan ke publik, kan tidak masalah. Memang rencananya akan ada kongres pada Mei 2020, masih tahun depan, kan Pak SBY terpilih dikongres 2015," tutur Herzaky M Putra.

Lebih lanjut, Herzaky M Putra menegaskan jika Demokrat bukanlah partai keluarga, walau misalnya kedepan AHY menggantikan posisi SBY.

"Kalau calon terbaik bagaimana, apakah ada opsi lain, kita tes saja dipublik, silahkan kita buat survei bagaimana publik menilai Demokrat dan AHY, apakah pantas atau tidak, berbagai survei independen pada tahun lalu menyatakan AHY adalah Cawapres dengan elektabilitas tertinggi baik untuk Pak Jokowi maupun Prabowo, itu menunjukan penerimaan publik pada sosok AHY, begitu juga sosok pimpinan partai harus mempunyai elektabilitas tertinggi, karena akan menjadi daya tarik atau simbol," tutupnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved