RPJMD Pemkot Pontianak 2020-2024, Pakar Sosial dan Politik: Perlu Ada Perbaikan

Dosen Iecturerd and Researcher Faculty Of Sosial Science and Political Science Tanjung Pura University Dr. Netty Herawati

RPJMD Pemkot Pontianak 2020-2024, Pakar Sosial dan Politik: Perlu Ada Perbaikan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dr. Netty Herawati.,M.Si berikan penjelasan terkait RPJMD Kota Pontianak 2020-2024. 

"Nah yang terakhir pariwisata , saat ini kita belum mempersiapkan infrastruktur dengan baik , infrastruktur bukan hanya fisik yang dibangun tapi masyarakatnya juga harus ramah dan memiliki citra baik, kita punya banyak cagar budaya, tapi maaf kita punya daerah beting dimana ada citra yang kurang baik di Kota ini nah ini harus dicari akar permasalahannya sehingga ikon Pontianak memiliki citra yang baik di mata Negara," ujarnya

Netty menambahkan,  dari hasil rapat Raperda kemaren, Pemkot harus mempertajam, menggali akar permasalahan sebelum membuat keputusan, permasalahan disini bagaimana caranya kita mengubah budaya perilaku  masyarakat kota Pontianak dulu, karena banyak yang harus dikritisi, salah satu budaya tertib lalu lintas, masih banyak masyarakat itu tidak taat hukum tapi takut hukum, memakai helm karena ada Polisi, sebenarnya ada atau tidak Polisi itu ya kita harus menggunakan helm.

Kemudian Netty juga mengkritik  mengenai rencana jalur pembangunan jembatan dari Singkawang - Pontianak dengan waktu dua jam, pastinya akan banyak timbul permasalahan sosial, dan membutuhkan anggaran yang cukup  besar, salah satunya pembebasan Tanah.

"Disatu sisi jarak tempuh akan lebih dekat yang dulunya Pontianak-Singkawang membutuhkan waktu empat jam, bisa dua jam saja, dan bisa menjadikan jalur ekonomi kreatif, di sisi lain Singkawang udah mau bikin Airport, jadi untuk apa jembatan itu dibuat, selanjutnya akan menimbulkan masalah sosial, yakni pembebasan tanah pastinya akan memakan biaya yang begitu besar,akan menyebabkan wisata, tempat kuliner Kabupaten Mempawah akan defisit pengunjung," ungkap Netty

Netty juga menambahkan, jembatan Tol Tayan yang telah dibangun sampai saat ini masih belum ada lonjakan aktifitas ekonomi yang dihasilkan oleh warga sekitar, akhirnya jembatan tersebut jadi tempat orang Selfi saja," tambahnya

"Untuk Pemerintah sebelum membangun konsep pembangunan pariwisata coba di analisa dulu apa yang menjadi  kebutuhkan warga, jangan sampai anggaran yang dikeluarkan tidak mendapatkan input bagi pendapatan APBD Kota Pontianak," pungkas Netty. (Julisabara)

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved